• Smile

    Smile

    Berikan aku senyummu, maka bahagiaku melewati tujuh musim.

  • Bookshelf

    Bookshelf

    Bila buku menjadi teman hidupmu, maka kamu akan tahu bahwa ia sangat berarti.

  • Education

    Education

    Belajar itu tak mengenal usia. Karena kampus sesungguhnya adalah kehidupan, sedangkan guru terbaik adalah pengalaman.

  • The Power of Pray

    The Power of Pray

    Doa itu layaknya bibit. Doa yang dipanjatkan mestilah sesuatu yang baik hingga layaklah kita berharap hasil yang baik pula. Sebab, tak akan tumbuh buah manis jika ditanam sembarang bibit.

  • Take and Give

    Take and Give

    Hidup itu bukan hanya sekadar menerima, tapi juga memberi. Karena pada hakikatnya sesuatu yang kita miliki adalah yang telah kita beri.

  • Clean Heart

    Clean Heart

    Terkadang ia tak didengar, namun ia selalu jujur.

Bintang di Langit Hatiku

7 komentar


Aku bercerita pada sunyi
Mengajak pekat malamku bertafakur,
Pada keheningan yang tak terukur

Aku berkata dalam diam dan mengurai sejenak tanda tanya
Pada sebuah rasa yang tumbuh di bulan syawal
Memantapkan hati pada seseorang berniat suci  
Di situlah sebuah cerita terjadi

Dari jutaan detik telah mempertemukan
Dan makin mendekatkan kita
Bersapa tuk menyulam impian bersama
Menyatu dalam cinta dan Ridho-Nya

Kita menunggu tempat untuk singgah dan berbagi
Membangun menara cinta yang sempat terdengar rembulan
Bersepakat dengan waktu
Untuk mengukir jejak di sisa-sisa kehidupan

Lirih doa berpanjat ke penduduk langit
Memecah sepinya sepertiga malam
Semilir angin menyampaikan pesan
Bahwa ada namaku bersemayam dihatimu.

Sejenak aku akan pergi
Tuk menambah kualitas diri
Nanti,, ini bukan lagi untukku
Tapi untuk kita

Kita akan memadang rembulan bersama
Dan bintangnya adalah dirimu
Yang telah bersinar dilangit hatiku.  


Penghujung sunyi, 04:45

Ukhty Iza ^-^


Read more

SMK Informatika Utama Meraih Penghargaan dari Menteri

0 komentar



Ujian nasional sudah tidak lagi menjadi penentu kelulusan, kini sistem penyelenggaraan ujian nasional tersebut dilakukan berbasis komputer. Pertama kali sistem tersebut diterapkan pada tahun 2015. Ada 556 jumlah sekolah yang menggunakan ujian berbasis komputer tingkat SMP dan SMA/SMK di seluruh Indonesia. Sistem ujian seperti ini dilakukan untuk menghemat biaya karena tidak menggunakan kertas, pelaksanaan dapat lebih jujur, hasil lebih cepat diperoleh. 



Di kota Depok sendiri dari 112 SMK ada 5 SMK menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Salah satunya adalah SMK Informatika Utama, sekolah berbeasiswa full bagi keluarga tidak mampu yang dikelola oleh Lazis PLN P2B dan TJJB.     

Pada tanggal 15 Juli 2016 SMK Informatika Utama mendapatkan piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Anis Baswedan, sebagai sekolah penyelenggara UNBK berintergritas. Tim SMK Informatika Utama bekerja keras untuk menyukseskan sistem UNBK di sekolah ini. Selama ujian berlangsung Alhamdulillah dapat berjalan lancar, tidak terjadi kecurangan, atau masalah teknis lainnya.


Di tahun pertama SMK Informatika Utama menggunakan sistem UNBK tidak mengurangi prestasi sekolah di tingkat kota. Berdasarkan data secara Nasional SMK Informatika Utama menduduki peringkat tujuh tingkat kota Depok. Sedangkan hasil rata-rata UNBK per mata pelajaran; Bahasa Indonesia menduduki peringkat 3, Matematika peringkat 7, dan Bahasa Inggris peringkat 25. 


Read more

Sebuah Novel Pembangun Jiwa | Ayat-Ayat Cinta 2

0 komentar


Teng tong…
Kalau mendengar kata “Novel Ayat-Ayat Cinta” apa yang ada dalam pikiranmu?
Fahri?  Aisha?  Wanita bercadar? atau poligami?  Novel Ayat-Ayat Cinta (AAC) pertama kali diterbitkan pada tahun 2004 kemudian difilmkan tahun 2008 sambutan yang luar bisa dari masyarakat Indonesia terhadap novel dan film AAC ini. Novelnya masuk kategori best seller dengan penjualan hampir 400 ribu ekslempar, filmnya sekitar 3 juta penonton. Hampir seluruh bioskop-bioskop Indonesia pada saat itu kebanjiran penonton AAC.

Novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy atau yang biasa di panggil Kang Abik ini memberikan dampak positif terhadap keberadaan wanita bercadar, khususnya bagi masyarakat Indonesia. Mereka yang memberikan lebel negatif terhadap wanita bercadar seperti; wanita ninja, pengikut aliran sesat, istri teroris dan lain-lain, kini pemberian label tersebut sudah surut dengan kehadiran novel AAC. Setelah AAC sukses, banyak film-film yang menggarap dengan menampilkan tokoh wanita bercadar. Sejak itu pula film-film religi di Indonesia menjadi laris.

Jujur saja Novel Ayat-Ayat Cinta 1 membuat saya jatuh hati pada sosok Fahri, tingkah lakunya mencontoh Rasulullah, seorang hafidz, cerdas, disiplin, ulet, baik hati, setia, tegas, taat agama, berjiwa sosial, juga pemberani. Sosok Fahri memang terlalu sempurna sebagai ukuran manusia modern.  Predikat luar bisa pada sosok Fahri, membuat wanita yang mengenalnya menaruh harpan. Tak sedikit tokoh perfect Fahri dikritisi penikmat sastra.  

AAC ini memberikan kisah romantisme yang berbeda dari novel/film-film layar lebar pada umumnya. Kisah cinta yang dibalut dalam koridor syariat Islam, cinta kepada manusia, juga cinta kepada Sang Pencipta. Dua belas tahun yang lalu (Novel AAC), delapan tahun yang lalu (film AAC) menyedot perhatian masyarakat Indonesia, kini Novel Ayat-Ayat Cinta Dua telah hadir.         

Novel yang ditunggu-tunggu jutaan orang ini terbit pada bulan Desember 2015. Melihat bentuk fisik wow… tebal sekali, ada 698 halaman. Eemmm harga? Gak sampai seratus ribuan kok.

Berbeda dengan AAC 1 berlatar Kairo, Mesir. Latar tempat AAC 2 di Skotlandia, ia tinggal di kawasan Stoneyhill Grov. Sosok Fahri yang sempurna dihadirkan lagi, bahkan jauh lebih sempurna, karena ia menikah dengan Aisah, wanita kaya. Kini Ia memiliki usaha butik dan minimarket. Ditambah lagi Ia bekerja di University of Edinburgh.

Tempat tinggal Fahri dikelilingi nonmuslim, bahkan sangat membenci muslim. Beberapa kali mobil Fahri di coret dengan tulisan ISLAM=SATANIC! , MUSLIM=MONSTER. Tetangga Fahri, Nenek Catarina beragama Yahudi tinggal sendirian di rumahnya. Fahri sempat beberapa kali mengantar nenek tersebut untuk beribadah. Fahri memberikan contoh yang baik dalam hidup bertetangga, walaupun tetangganya itu nonmuslim.

Awal membaca ayat-ayat cinta dua membuat saya bertanya-tanya di mana Aisah. Fahri tinggal bersama paman Hulusi dan Misbah. Kerinduan Fahri kepada Aisah teramat sangat, ia tak bisa melupakan wanita yang sangat dicintainya. Kerinduan Fahri terhadap Aisah yang tak bertepi, datang sosok Hulya (sepupu Aisyah). Hulya sangat mirip dengan Aisah, ketika mereka bertemu saat acara amal untuk anak-anak Palestina, Hulya memainkan biola Aisah ia kagum kehebatan Hulya hingga mengingatkan dia pada Aisah disitulah tetesan embun jatuh di hati Fahri.

Penuh emosi baca novel ini, apalagi dibagian akhir. Memang sangat layak AAC ini disebut sebagi novel pembangun jiwa. Jiwa umat islam yang terpengaruh arus globalisasi membuat jauh dari nilai-nilai agama dan sosial. Isi novel ini begitu kompleks, unsur agama, budaya, dan sosial sangat kental sekali. Bisa dibilang AAC 1 lebih banyak mengangkat kisah romantisme Fahri dengan Aisah dan Maria. Pada AAC 2 lebih banyak mengangkat tentang bagaimana seharusnya sikap maupun perilaku seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari terlebih khusus bila tinggal di negara-negara dengan mayoritas nonmuslim.        

Aisah, istri yang dirundu-rundukan Fahri ternyata telah hadir dalam kehidupan Fahri di Stoneyhill Grov. Hanya saja Fahri tak tahu kalau itu Aisah. Wajah Aisah yang anggun nan cantik berubah menjadi buruk. Ia menjadi gelandangan, beruntunglah Fahri menolongnya. Ia tinggal di besment rumah Fahri. Sabina, inilah nama samaran Aisah, dia menyembunyikan rapat-rapat identitas dan masa lalunya. Tak disangka, Sabina yang merupakan Aisah memberi saran kepada Hulya untuk menikah dengan Fahri.

Kang Abik menambahkan sosok perfect tokohnya, yakni Aisah. Sabina/Aisah diminta Fahri untuk membantu segala keperluan Nenek Catarina, ia sering dimarahi Paman Hulusi, dia juga merelakan Fahri untuk menikah dengan Hulya. Hatinya terasa sedih tapi hanya Sabina dan Tuhannya saja yang tahu tentang kesedihan itu. Sabina juga begitu tulus memberikan saran kepada Hulya agar rumah tangganya dengan Fahri harmonis.

Antara Novel dengan Film      
Novel Ayat-Ayat Cinta 2 sedang digarap untuk masuk layar lebar. Kalau kalian pernah bca novel AAC 1 dan nonton filmnya, tentu agak sedikit kecewa, karena banyak perbedaanya, dan banyak hal yang tak diangkat pula. Dengan ketebalan buku mencapai 698 halaman kira-kira berapa jam kita menonton filmnya? Saya yakin sekali film AAC 2 ini akan bernasib sama dengan AAC 1 antara novel dan film beda.

Saya sarankan agar kalian membaca novel AAC 2 sebelum nonton filmnya. Apa yang kalian baca jauh lebih dramatis dibandingkan filmnya. Setelah baca, kembalilah ke dunia nyata. Buat kaum Hawa harus sadar bahwa sosok sempurna Fahri hanya ada di Ayat-Ayat Cinta. Teruntuk kaum Adam, sosok ikhlas Aisah hanya ada di Ayat-Ayat Cinta.

Salam sastra,

Ukhty Iza ^-^   


Read more

Karena Hasil Tak Pernah Menghianati Proses

2 komentar

Hari ini saya mengadakan acara SUN 2016 (Sukses Ujian Nasional 2016) di tempat saya bekerja, SMK Informtika Utama. Ini adalah acara motivasi UN yang diadakan setiap tahun dengan motivator luar biasa. Kali ini saya mengundang Arif “Dahsyat”. Sebelum acara motivasi murid-murid saya bertanya “Bu, itu Dahsyat yang di TV?” saya tersenyum mendengar pertanyaan mereka. Nama aslinya Arif, “Dahsyat” di sini bukan nama sebenarnya. Ini adalah julukannya. Sebagai motivator mereka punya julukan terhadap dirinya, sebagai ciri khas dan pembeda bagi yang lainnya. Contoh Mario Teguh dengan julukan “Super”, Archan “Sang Provokator”,  Jamil Azzaini “Suksesmulia”, Andrie Wongso “Luar Biasa”, dan masih banyak lagi.

H-4 menjelang Ujian Nasional. Waah… perasan campur aduk buat siswa yang akan menghadapi UN. Tegang, cemas, takut, khwatir, siap, yakin, belajar, nilai, mental, benar, salah, sehat, tengah bersarang di otak mereka. Walau pun di tahun ini UN tidak menjadi syarat mutlak kelulusan, dalam artian selagi siswa tersebut mengikuti ujian nasional dengan baik maka, sudah dipastikan lulus UN. Dengan catatan sekolah mau meluluskannya, tapi dapatkah mereka memperoleh nilai terbaiknya. Tak bisa dipungkiri, nilai menjadi penentu mereka nantinya, apalagi siswa saya ini adalah siswa SMK, orientasinya lulus sekolah langsung kerja dengan keahlian dan keterampiln yang dimiliki. Sudah pasti melamar pekerjaan dengan ijazah yang dimiliki saat ini. Di Ijazah tersebut terpampang nilai-nilai UN mereka. Akan sangat bangga dan senang bila hasilnya memuaskan, dan sangat sedih bercampur malu bila hasilnya mengecewakan.

Nah, proses pendalaman materi UN sebagai bentuk usaha untuk mendapatkan hasil yang memuaskan terus dilakukan. Namun, dalam memperoleh suatu keberhasilan UN tidak cukup hanya dengan melakukan pendalaman materi atau bimbel saja, perlu adanya usaha-usaha lain.

Mental! Inilah yang sering diabaikan dalam menempuh ujian. Karena siap gak siap, suka tidak suka, senang tidak senang, mau tidak mau, UN sudah di depan mata, harus dihadapi! Dengan diberikan motivasi akan memantapkan mental siswa dalam menghadapi UN.

Yuuup kita intip materi motivasi tadi!
Bayak yang bilang belajar tiga tahun tapi ditentukan hanya empat hari. Nah, jika pernyataannya dibalik, ujiannya tiga tahun belajarnya hanya empat hari, adakah yang sanggup? Heee,,, benar juga. Hidup itu proses, ujian juga bagian dari proses yang panjang, untuk naik kelas yang lebih tinggi lagi. Tidak perlu takut dalam menghadapi ujian. karena ujian adalah peristiwa. Bila gagal, yang gagal peristiwnya bukan orangnya. Contoh sederhana, seorang gadis menggoreng tempe lalu gosong, yang gosong tempenya (peristiwnya) bukan gadisnya. Bila yang gosong gadisnya maka gak akan ada satupun gadis yang mau menggoreng tempe lagi. :D :D

Susun targetmu. Menghadapi ujian nasional diibaratkan perjalanan menuju sukses, maka patutlah untuk membuat target yang jelas dan tumbuhkan keyakinan, karena yakin itu adalah tujuan. Mengapa seorang pemain bola bersemangat untuk lari menggiring bola? Karena dia tahu, targetnya adalah gawang. Target menentukan langkah, jika sudah jelas targetnya maka jelas pula langkahnya. Perlu diingat! Seorang pelari sehebat apapun, tidak akan pernah menang dalam perlombaan jika tidak tahu finisnya.

Usaha dengan optimal. Seindah apapun impianmu, setinggi apapun cita-citamu, jika tak ada usaha yang nyata maka tak akan bisa terwujud. Bila cita-cita setinggi langgit maka usahanya harus melangit. Jika ingin mendapatkan ikan hiu maka dia bisa didapatkan di laut bukan di sungai. Tentunya dibutuhkan usaha yang besar untuk mendapatkan seuatu yang besar. Sebagai seorang pelajar, maksimalkan belajarmu. Belajar bisa dilakukan dengan mandiri ataupun kelompok. Tidak ada yang sulit jika mau belajar dan berlatih. Kerjakan soal-soal UN kemudian bahas, latihan bahas, latihan bahas, begitu seterusnya agar terbiasa mengerjakan soal-soal UN. Usaha yang maksimal maka memperoleh hasil yang maksimal, karena hasil tak pernah menghianati proses.   

Efektifkan waktu. Semua orang mempunyai waktu yang sama yaitu, 24 jam dalam sehari. Siapapun kita, orang sukses, pengangguran, orang kaya, orang miskin, semuanya diberikan jatah waktu yang sama. Buatlah jadwal, susunlah starategi. Satu menit adalah waktu sangat berharga bagi orang sukses. Per detik adalah waktu yang sangat berharga bagi pelari. Jangan sia-siakan waktu yang sudah Allah berikan kepada kita, karena dalam sehari jatah waktu untuk siswa perprestasi dan siswa biasa saja SAMA. Setidaknya luangkan waktu 2 jam dalam sehari untuk mengerjakan soal-soal UN.

Serahkanlah kepada Allah Ta’ala. Selain berusaha dengan sungguh-sungguh lakukan pula doa dengan sungguh-sungguh. Perbanyaklah doa agar diberi kemudahan. Untuk hasil, serahkan pada-Nya. manusia hanya bisa merencanakan, Dialah yang menentukan hasilnya.

Meminta maaf dan memaafkan. Kemudahan dan pertolongan akan datang bila tak ada ranting-ranting yang mengganggu di jalan dengan saling memaafkan. Ranting-ranting di sini dimaksudkan adalah kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan kepada orang lain. Segeralah minta maaf agar tak ada penghalang lagi berjalan menuju kesuksesan. Ketika menghadapi kesulitan, setelah menemui Allah maka temui orangtua, minta maaf, dan senangkan hati mereka. Dengan keridhoan mereka akan terbuka pintu-pintu pertolongan.

Buat para pelajar yang akan menempuh ujian nasional, tak perlu takut dalam menghadapi ujian ini. Ujian nasional adalah pengantar kalian untuk menuju kesuksesan selanjutnya. Di mana cita-cita dan mimpi-mimpi kalian suah menunggu di depan sana. hadapi UN denagan percaya diri, tumbuhkan keyakian dalam diri bahwa jika orang lain bisa suskses, maka saya pun pasti bisa!



Read more

MASJID

0 komentar



Dulu, tempat ini menjadi saksi sejarah kita untuk merangkai impian. Banyak harapan yang dituliskan, banyak doa yang terucap, Kita akan mewujudkannya bersama.

“Kalau usaha ini sukses uangnya kamu mau apakan?”
“Aku ingin memberangkatkan orang tua haji. Membantu orang-orang yang kesusahan.”
“Kok harapan kita sama, kalau saya minimal banget orang tua bisa umroh. Saya gak mau punya hutang lagi. Harusnya saya yang membentu orang lain.”

Impian itu pernah kita ucapkan saat kita telah menyusun target-target usaha. Berjalan diantara pohon-pohon kecil halaman masjid, tawa dan senyum kita saat itu, melebihi indahnya senyuman mentari pagi.

Kita tahu ini tidak mudah. Mengorbankan waktu, tenaga, uang, juga pikiran. Kita nekat,  karena aku dan kamu yakin bila kita bersama semua akan terasa mudah. Cita-cita kita sederhana, berlepas dari bergantung pada orang lain dan memberikan kebahagiaan untuk orang tercinta. Namun, ternyata senja datang begitu cepat. Menggiring kita untuk pulang dan berpisah.

Malam telah menarik perhatianmu. Cahaya rembulan memikat hatimu, kau terus menghitung banyaknya taburan bintang. Kau melangkah, berlari menggapai cahaya malam. Malam yang panjang.

Sekarang senyum mentari tak lagi terlihat. Awan hitam dan hujan menutupi sinarnya. Sesekali kilat datang, membawa rasa takut. Aku berada di sana.

Hidup memang tak selamanya berjalan dengan mulus. Perjalan hidup tak selamnya sesuai dengan rencana kita. Hidup itu dinamis, sangat cepat perubahannya. Secepat pikiran dan keputusan kita saat itu. Hidup itu belajar, ada pula yang namanya ujian. Ujian hidup datangnya tak bisa kita kira-kira, dia datang begitu saja semaunya. Datangnya ujian hidup untuk mengukur kualitas manusia itu sendiri, seberapa kuatkah ia menghadapi ujian hidup. Kalau dipahami secara mendalam, manusia itu sebenarnya memerlukan ujian hidup, karena ia akan belajar bagaimana cara menyalesaikannya, membuat strategi-strategi baru, bereksperimen, membutuhkan orang lain, menjadi lebih dekat dengan Yang Maha Kuasa, dan berusaha memahami keadaan.

Ujian hidup juga menjadikan seseorang lebih dewasa, lebih tegar dan ikhlas. Memahami bahwa kita hanyalah hamba Tuhan yang selalu membutuhkan pertolongan-Nya. Melunturkan kesombongan, karena sejatinya di dunia ini tak ada yang kita miliki. Merasa kehilangan mengajari kita bahwa tak ada kepemilikan sejati, semua yang ada hanyalah milik-Nya. Ujian dan cobaan hidup datang untuk menyucikan diri kita yang alpa dari memuji-Nya. Agak menyakitkan memang namun, Maha Pemurahnya Ia yang memberikan kesabaran pada diri manusia hingga ganjaran yang diperoleh tak terpikirkan sebelumnya.

Masjid, pada malam ini kami kembali lagi. Menyelesaikan masalalu yang belum usai. Mimpi buruk menghantui dan cita-cita yang entah ke mana ia perginya. Kekecewaan dan kemarahan harus segera hialang, demi silaturrahmi yang sempat terputus anatara kau dan aku.

Masjid, di tempat ini kami bersujud. Memohon ampun pada-Nya. Menyelesaikan semua dengan kata maaf. Maaf karena kami saling menyakiti, maaf karena kami egois, maaf karena kami lalai terhadap-Nya. tak ada kata yang lebih indah ketika dianta dua orang yang berselisih kecuali kata maaf dan mau memaafkan.

Masjid, jadilah kau saksi kami di akhirat nanti. Pertemuan kami tak bisa membendung air mata, mengakui semua dosa dan kekhilafan. Kami hanyalah hamba-Nya yang membutuhkan tuntunanNya.

Kami yang dahulu dekat, sekarang kembali mendekat dengan mengharap keridhoan-Nya.


Setalah hujan, hadirlah senyum pelanggi…
Depok, 28 Maret 2016
Pucuk malam 22.21


Read more

LINDUNGI ANAK DARI GADGET DAN INTERNET

0 komentar

Pagi tadi saya menghadiri acara seminar untuk anak dan orang tua. Acara ini diselenggrakan oleh Cahayaloka bertemakan “Bahaya Pornografi dan Ketertarikan Sesama Jenis”. Panitia acara meminta saya untuk menjadi MC, tepatnya MC untuk anak-anak dan Mbak Galuh untuk orang tua. Oh iya, acara seminar untuk anak dan orang tua ini dilakukan bersamaan namun tempat terpisah.

Dahulu anak-anak bermain dengan teman-temanya seprti; petak umpet, layang-layang, kelereng, boneka, dan lain-lain.  Pastinya permainan itu membutuhkan teman, bila tidak ada teman si anak pasti tidur. Nah, buat zaman sekarang bermain gak selalu membutuhkan teman. Bermain sendirian di dalam rumah pun jadi. Asalkan ada yang namanya gadget. Saat ini siapa si yang tidak punya gadget? Mulai dari orang tua sampai anak-anak punya benda ini. Jenisnya bermancam-macam, ada yang laptop, tablet, atau Smartphone. Benda ini tidak lengkap kalau tidak dilengkapi oleh “internet”. Kata orang, internet dapat memudahkan berkomunikasi dan juga mencari informasi dengan cepat. Kalau yang saya rasakan memang benar. Internet membantu saya untuk terhubung dengan teman-teman, saudara, rekan kerja, bahkan dengan orang yang tidakku kenal. Heeee… begitu pun dengan mendapatkan informasi, sangat cepat sekali. Informasi yang berkembang pesat bisa saya dapatkan setiap detiknya. Adanya intrnet juga dapat membantu saya untuk berbagi cerita dan pengalaman hidup, seperti yang saya tulis di blog ini. ^_^

Lalu, bagaimana jika gadget dan internet ini berada di tangan anak-anak? Gadget dan internet memang banyak sisi positifnya, tapi lebih banyak lagi sisi negatifnya. Internet kalau dilihat dari sisi permukaan sangat baik untuk membantu pekerjaan kita sehari-hari, tapi kalau dilihat dari dasar, internet banyak unsur kejahatannya.  Maka, saya tanyakan lagi bagaimana jika gadget dan internet berada di tangan anak-anak? 


Acara seminar tadi yang dihadiri sekitar 40 anak-anak dengan usia 4 sampai 12 tahun sebagai pembukaan saya tanyakan “Apakah kalian punya handphone?” mereka semua serentak mengangkat tangannya, menandakan bahwa mereka punya handphone. Kemudian sang narasumber Kak Wina dari Sahabat Generasi menanyakan kembali “Apakah handphone/gadget kalian ada internya?” semua peserta mengangguk dan menjawab “ya”. Agak kaget saya mendengarnya, anak masih usia SD sudah diberikan HP lengkap dengan fasilitas internet. Biasanya mereka gunakan gadget tersebut untuk berkomunikasi dengan orang tua/teman/lain-lain, games offline maupun online, Facebook, hingga youtube.

Otak manusia terdiri dari lima bagian: otak kiri, otak kanan, otak tengah, otak depan, dan otak belakang. Otak depan merupakan pusat untuk melakukan penilaian, pencernaan yang akan memerintahkan tubuh untuk melakukan sesuatu. Otak depan anak belum berkembang dengan baik pada usia ini. Belum bisa menilai baik buruk sesuatu hal. Otak belakang merupakan pendukung otak depan. Otak belakang menghasilkan dopamin yakni, hormon yang menghasikan rasa nyaman. Bila sang anak merasa nyaman dengan apa yang ia lihat di internet, nantinya ia akan kecandua dan sulit untuk dihilangkan.

Siapa yang memberikan mereka gadget? Sudah pasti orang tua.

Beraneka ragam ketika orang tua ditanya tentang mengapa anak-anaknya yang masih di bawah umur sudah diberikan gadget dan internet. Ada beberapa kemungkinan; 1) Sudah zamannya anak-anak akrab dengan gadget, 2) Diberikan gadget agar anak tidak rewel, 3) Ikut-ikutan anak tenagga atau teman sosialitanya, 4) Cara mudah agar anak tidak ganggu orang tuanya. Maka jangan heran di zaman sekarang anak dan orang tua tidak dekat, karena ada yang menarik anak-anak yakni, gadget. Komunikasi dalam keluarga tidak di bangun, keluarga menjadi punya duanianya masing-masing, berbicara tak lebih dari lima kata. Yang jauh menjadi dekat yang dekat menjadi jauh, itulah efek gadget dan internet.

Awal bulan Maret ini saya mengadakan acara seminar parenting bertemakan “Tepat Mendidik Anak di Era Teknologi” dengan narasumber Aranggi Soemardjan Founder Clevio Coder Camp menyajikan fakta-fakta kejahatan penggunaan internet. Jadi, banyak-banyak istighfar ketika beliau menampilkan keyword dengan reting tertinggi di google. Penggunaan internet 4-10% surface web seperti wikipedia, untuk kesehatan, pendidikan, dll. 90-96 % drak web yakni, internet gelap, illegal information, drug, pornografi, dll.   

Sempat muncul petanyaan juga di pikiran saya, apa si motif mereka (peng-upload konten tidak baik) meyebarkan hal itu. Kalau dari sisi pengamanan internet itu bebas akses, jadi siapapun bisa melihat apa yang mereka berikan di dunia maya. Anak baru lahir pun bisa kenal internet karena beberapa menit ia lahir di ajak selfi ortunya dan disebarluaskan di medsos. >_<

Saat break acara tadi, ngobrol-ngobrol bentar dengan narasumber. Kesempatan saya untuk bertanya pada narasumber. Mereka melakukan hal itu karena “uang dan ingin menghancurkan generasi”. Ohhhh tidak,, menghancurkan generasi!!!

Anak-anak dengan cara berpikirnya belum matang, otaknya masih terus berkembang. Butuh didikan dari orang terdekatnya (orang tua). Jika peran orang tua digantikan oleh gadget dan internet, apa yang akan terjadi pada anak-anak? Mungkin kita bisa berkaca pada realita yang ada saat ini.
Jika terlanjur sudah memberikan gadget, maka damping sang anak dalam menggunakannya. Temani, dan selalu jalin komunikasi antara orang tua dan anak. Berikan pemahaman agama, kenalkan Tuhannya yang tak pernah tidur, kenalkan dosa, batasi penggunaannya. satukan persepsi dan pemikiran,  dorong mereka untuk mengambil risiko, jadilah "teman baik" anak ajarkan cara  mengambil keputusan di keseharian. 

Buat ayah bunda, yuk selamatkan generasi kita. karena anak adalah investasi dunia akhirat ayah bunda.


#savechildren 


Read more

RESENSI BUKU "TAK SEMPURNA"

0 komentar

Judul buku                        : Tak Sempurna
Pengarang                   : Fahad Djibran, Bodan Prakoso & Fade2Black
Penerbit                             : Kurniaesa Publishing
Tahun                                : 2013
Cetakan                             : 1
Kategori                            : Novel Remaja
Jumlah halaman                : 245
Harga                                : Rp 46.000

Bagi sebagian kawula remaja, sekolah terkadang hanyalah menjadi tuntutan orang tua untuk mengejar yang namanya masa depan. Mereka hadir di sekolah, duduk di kelas, berseragam, membawa buku, tapi pikirannya kemana-mana, berseragam asal putih abu-abu, buku tulis dibawa namun tak ada goresan apapun.

Dalam novel ini Fahad Djibran, dkk. Menceritakan kehidupan masa SMA dengan penuh dinamika hingga menumpahkan emosi anak-anak remaja tersebut ke jalan-jalan sebagai ajang adu kekuatan dan melestarikan tradisi yang bertahun-tahun dilakukan. Tawuran!

Sang tokoh utama Rama Aditya Putra bersekolah di Lazuardi. Ketika masih kecil sang tokoh memiliki cita-cita ingin menjadi pilot pesawat tempur, tapi mamanya tidak mengizinkannya karena perang itu bahaya. Rama juga memiliki wanita pujaan bernama Bunga. Wanita pendiam dan cerdas itu telah memuluhkan hatinya.

Rama dan sebagian teman-temannya tergabung dalam kelompok Lazard. Sebagain yang lain disebut sebagai “banci” karena tak mau ikut-ikutan tawuran. Rama, ingin mendapatkan pendidikan tapi, ia membenci sekolahnya. Apalagi sekoahnya adalah tempat sampah bagi semua kotoran dan kebusukan dunia. Dari sini ia mengenal kata-kata kotor, umpatan, makian, berkelahi, coba-coba jadi jagoan, merokok, minum-minuman, juga obat-obatan walau sampai tak kecanduan.

SMA Lazuardi memiliki musuh bebuyutan, yakni SMK Citra Bangsa dengan sebutan Chibanx. Tahun 2011 Andri, dari Lazard mati terbunuh saat kedua sekolah itu terlibat tawuran. Di tahun 2012, ini adalah ajang balas dendam Lazard. Bram menjadi pemimpinnya, Firman dan Eko siap mengeksekusi anak Chibanx. Tawuran mereka dihentikan oleh polisi dengan tembakan peringatan. Rama, berlari sekuat tenaga, ia merasakan waktu seolah melambat, ia tersungkur di aspal jalanan dan tak sadarkan diri.

Apapun yang terjadi, ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih,
Coz everything’s gonna be OK…

Kaki, kaki, kaki. Hanya itu yang menguasai pikirannya setelah ia sadar. Rama kehilangan kaki kirinyanya. Orang tuanya yang telah lama bercerai bertemu lagi di rumah sakit. Merawat Rama bersama-sama. Memang kebanyakan anak-anak yang terlibat tawuran karena broken home. Tak ada tempat kasih sayang bagi mereka, hingga bertumpah ruahlah emosi mereka dengan menjadi jagoan di jalan-jalan.

Bagaimana dengan kedua orang tua Rama, apakah mereka akan memberikan kekutan untuk Rama dalam meraih cita-citanya? Lalu bagaimana dengan Bunga, wanita pujaannya, apakah akan tetap menerima Rama setelah kaki kirinya diamputasi?      
Sebaiknya Anda membaca sendiri novelnya.

Kelebihan novel ini adalah penulis menggunakan bahasa yang ringan sehingga mampu dinikmati para remaja. Selain itu, penulis menyajikan lirik lagu Bondan Prakoso & Fade2black membuat pembaca tak jenuh dengan alur yang begitu menegangkan dan banyak penyesalan.

Kekurangan dari novel ini adalah penggunaan bahasa kasar. Bila belum cukup dewasa dalam mencerna suatu cerita bisa saja pembaca akan mengikuti gaya bahasa tokoh.

Banyak pesan tersurat dan tersirat dari novel ini. Penulis memberikan pelajaran berharga bagi para orang tua, guru, dan remaja itu sendiri. 

Salam perdamaian, 
Ukhty Iza ^-^



Read more