• Smile

    Smile

    Berikan aku senyummu, maka bahagiaku melewati tujuh musim.

  • Bookshelf

    Bookshelf

    Bila buku menjadi teman hidupmu, maka kamu akan tahu bahwa ia sangat berarti.

  • Education

    Education

    Belajar itu tak mengenal usia. Karena kampus sesungguhnya adalah kehidupan, sedangkan guru terbaik adalah pengalaman.

  • The Power of Pray

    The Power of Pray

    Doa itu layaknya bibit. Doa yang dipanjatkan mestilah sesuatu yang baik hingga layaklah kita berharap hasil yang baik pula. Sebab, tak akan tumbuh buah manis jika ditanam sembarang bibit.

  • Take and Give

    Take and Give

    Hidup itu bukan hanya sekadar menerima, tapi juga memberi. Karena pada hakikatnya sesuatu yang kita miliki adalah yang telah kita beri.

  • Clean Heart

    Clean Heart

    Terkadang ia tak didengar, namun ia selalu jujur.

Tampilkan postingan dengan label BUKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUKU. Tampilkan semua postingan

Hidup Berkualitas dengan Baca Buku

0 komentar


“Baca buku memberi nafas untuk hidup” inilah taglineku tentang baca buku. Bila tidak baca buku, hidup terasa kurang motivasi dan akan timbul rasa malas untuk berktivitas. Kalau sudah malas dalam beraktivitas, hidup pun kurang berkualitas. Nah, karena hidup hanya sekali apa mau hidupnya tak berkualitas?

Saat saya mengikuti pelatihan seven habits yang diselenggarakan oleh Dunamis Poundation, seorang trainer mengatakan bahwa, kualitas diri seseorang ditentukan dari apa yang telah dibacanya. Bagiku modal dasar untuk menentukan berkulitas hidup seseorang dengan baca buku. Membaca buku membuatmu banyak pengetahuan, wawasan, motivasi hidup, kesenangan, dan sebaginya. Membaca buku juga membuat otakmu berfungsi dengan baik. Seperti, berlatih konsentrasi, memahami makna tulisan, mampu membaca susana, selalu menggali informasi, dan masih banyak lagi.

Awal Suka Buku
Hobi baca buku awalnya saya raskan ketika kelas 2 SMP. Saat itu saya mengikuti organisaasi di sekolah. Saat berkumpul dengan teman-teman satu organisasi, mereka selalu membahas isi buku yang telah dibaca. Saya yang tidak baca buku hanya menjadi pendengar yang baik untuk menutupi ketidaktahuan saya tentang buku. Terus-menerus hanya jadi pendengar sungguh tidak menyenangkan, seolah-olah keberadaan saya tak dianggap. Kemudian, saya mengumpulkan uang jajan selama kurang lebih dua minggu hanya untuk membeli satu buku. Dapatlah buku yang jumlah halamannya tidak lebih dari 80 halaman.  Setelah selesai di baca saya bawa ke teman-teman organisasi. Saya ceritakan isi buku itu ke mereka, dan keberadaan saya mulai diakui. Senang rasanya, perasaan saya saat itu. Saya pun berusaha di pertemuan-pertemuan selanjutnya harus bawa buku. Perpustakaan, menjadi penyelamat uang jajan saya.    

Sejak saat itu saya jadi senang baca buku. Walau awalnya hanya ingin diakui oleh orang lain, namun buku tertnyata punya magnet tersendiri agar kita bisa terus membacanya. Dulu, saya senang baca buku tentang remaja, baik fiksi maupun nonfiksi. Seiring berjalannya waktu, saya bukan berda pada posisi remaja lagi, buku yang saya suka sejak kuliah sampai saat ini adalah tentang motivasi pengembangan diri dan agama.

Buku motivasi pengembangan diri membuat saya untuk terus mengaktualisasi diri, penyemangat untuk berkembang, menggali potensi, mamaknai hidup, dan menjadikan hidup berkualitas. Sedangkan buku-buku agama saya pilih karena, sebagai makhluk Tuhan hendaknya perlu mengetahui dan mempelajari aturan-aturan dan norma-norma yang diberikan oleh-Nya.  

100.000 per bulan saya alokasikan untuk membeli buku setiap bulannya. Walau sebenarnya kadang suka lebih dari bujet. Tapi gak mengapa, tidak rugi menghabiskan uang untuk beli buku. Jujur saja, di mana pun ilmu mahal harganya. 

Jadikan buku itu sahabat
Bagaimana perasaanmu bila punya sahabat? Sangat senang bukan? Adanya sahabat dapat memberikan kita dukungan untuk lebih maju dan memberi nasihat bila kita salah. Buku bisa dijadikan sahabat. Karena, bisanya apa yang ingin dibaca itulah sebenarnya apa yang sedang kita dibutuhkan. Buku itu sahabat, suka menghibur dikala sedih. Buku itu sahabat, dapat menjadi petunjuk sebelum tersesat. Buku itu sahabat, mengajak kita untuk masuk ke gerbang kesuksesan.




Penyebar Virus
Kebiasaan baik wajib ditularkan agar tidak kalah dengan kebisaan jahat. Membaca adalah sebuah kebiasaan baik, virus baik, maka wajib ditularkan kebiasaan ini. Sebagai guru dan mengelola juga perpustakaan sekolah, saya menyebarkan virus ini ke murid-murid dengan program one month three book bila ada yang mencapai target akan saya berikan satu buku gratis. Asyik kan!! Saya akan memberikan penghargaan buat orang (siswa) yang menghargai hidupnya dengan menambah kulitas hidup melalui baca buku.

Yuup, yang belum punya hobi baca buku, ayo dari sekarang sempatkan waktu untuk baca buku. Keuntungan baca buku lebih bnyak dari pada membuang waktu hanya sekadar baca status FB atau BBM teman. Yuk tingkatkan kulitas hidup dengan baca buku.           



Read more

Sebuah Novel Pembangun Jiwa | Ayat-Ayat Cinta 2

0 komentar


Teng tong…
Kalau mendengar kata “Novel Ayat-Ayat Cinta” apa yang ada dalam pikiranmu?
Fahri?  Aisha?  Wanita bercadar? atau poligami?  Novel Ayat-Ayat Cinta (AAC) pertama kali diterbitkan pada tahun 2004 kemudian difilmkan tahun 2008 sambutan yang luar bisa dari masyarakat Indonesia terhadap novel dan film AAC ini. Novelnya masuk kategori best seller dengan penjualan hampir 400 ribu ekslempar, filmnya sekitar 3 juta penonton. Hampir seluruh bioskop-bioskop Indonesia pada saat itu kebanjiran penonton AAC.

Novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy atau yang biasa di panggil Kang Abik ini memberikan dampak positif terhadap keberadaan wanita bercadar, khususnya bagi masyarakat Indonesia. Mereka yang memberikan lebel negatif terhadap wanita bercadar seperti; wanita ninja, pengikut aliran sesat, istri teroris dan lain-lain, kini pemberian label tersebut sudah surut dengan kehadiran novel AAC. Setelah AAC sukses, banyak film-film yang menggarap dengan menampilkan tokoh wanita bercadar. Sejak itu pula film-film religi di Indonesia menjadi laris.

Jujur saja Novel Ayat-Ayat Cinta 1 membuat saya jatuh hati pada sosok Fahri, tingkah lakunya mencontoh Rasulullah, seorang hafidz, cerdas, disiplin, ulet, baik hati, setia, tegas, taat agama, berjiwa sosial, juga pemberani. Sosok Fahri memang terlalu sempurna sebagai ukuran manusia modern.  Predikat luar bisa pada sosok Fahri, membuat wanita yang mengenalnya menaruh harpan. Tak sedikit tokoh perfect Fahri dikritisi penikmat sastra.  

AAC ini memberikan kisah romantisme yang berbeda dari novel/film-film layar lebar pada umumnya. Kisah cinta yang dibalut dalam koridor syariat Islam, cinta kepada manusia, juga cinta kepada Sang Pencipta. Dua belas tahun yang lalu (Novel AAC), delapan tahun yang lalu (film AAC) menyedot perhatian masyarakat Indonesia, kini Novel Ayat-Ayat Cinta Dua telah hadir.         

Novel yang ditunggu-tunggu jutaan orang ini terbit pada bulan Desember 2015. Melihat bentuk fisik wow… tebal sekali, ada 698 halaman. Eemmm harga? Gak sampai seratus ribuan kok.

Berbeda dengan AAC 1 berlatar Kairo, Mesir. Latar tempat AAC 2 di Skotlandia, ia tinggal di kawasan Stoneyhill Grov. Sosok Fahri yang sempurna dihadirkan lagi, bahkan jauh lebih sempurna, karena ia menikah dengan Aisah, wanita kaya. Kini Ia memiliki usaha butik dan minimarket. Ditambah lagi Ia bekerja di University of Edinburgh.

Tempat tinggal Fahri dikelilingi nonmuslim, bahkan sangat membenci muslim. Beberapa kali mobil Fahri di coret dengan tulisan ISLAM=SATANIC! , MUSLIM=MONSTER. Tetangga Fahri, Nenek Catarina beragama Yahudi tinggal sendirian di rumahnya. Fahri sempat beberapa kali mengantar nenek tersebut untuk beribadah. Fahri memberikan contoh yang baik dalam hidup bertetangga, walaupun tetangganya itu nonmuslim.

Awal membaca ayat-ayat cinta dua membuat saya bertanya-tanya di mana Aisah. Fahri tinggal bersama paman Hulusi dan Misbah. Kerinduan Fahri kepada Aisah teramat sangat, ia tak bisa melupakan wanita yang sangat dicintainya. Kerinduan Fahri terhadap Aisah yang tak bertepi, datang sosok Hulya (sepupu Aisyah). Hulya sangat mirip dengan Aisah, ketika mereka bertemu saat acara amal untuk anak-anak Palestina, Hulya memainkan biola Aisah ia kagum kehebatan Hulya hingga mengingatkan dia pada Aisah disitulah tetesan embun jatuh di hati Fahri.

Penuh emosi baca novel ini, apalagi dibagian akhir. Memang sangat layak AAC ini disebut sebagi novel pembangun jiwa. Jiwa umat islam yang terpengaruh arus globalisasi membuat jauh dari nilai-nilai agama dan sosial. Isi novel ini begitu kompleks, unsur agama, budaya, dan sosial sangat kental sekali. Bisa dibilang AAC 1 lebih banyak mengangkat kisah romantisme Fahri dengan Aisah dan Maria. Pada AAC 2 lebih banyak mengangkat tentang bagaimana seharusnya sikap maupun perilaku seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari terlebih khusus bila tinggal di negara-negara dengan mayoritas nonmuslim.        

Aisah, istri yang dirundu-rundukan Fahri ternyata telah hadir dalam kehidupan Fahri di Stoneyhill Grov. Hanya saja Fahri tak tahu kalau itu Aisah. Wajah Aisah yang anggun nan cantik berubah menjadi buruk. Ia menjadi gelandangan, beruntunglah Fahri menolongnya. Ia tinggal di besment rumah Fahri. Sabina, inilah nama samaran Aisah, dia menyembunyikan rapat-rapat identitas dan masa lalunya. Tak disangka, Sabina yang merupakan Aisah memberi saran kepada Hulya untuk menikah dengan Fahri.

Kang Abik menambahkan sosok perfect tokohnya, yakni Aisah. Sabina/Aisah diminta Fahri untuk membantu segala keperluan Nenek Catarina, ia sering dimarahi Paman Hulusi, dia juga merelakan Fahri untuk menikah dengan Hulya. Hatinya terasa sedih tapi hanya Sabina dan Tuhannya saja yang tahu tentang kesedihan itu. Sabina juga begitu tulus memberikan saran kepada Hulya agar rumah tangganya dengan Fahri harmonis.

Antara Novel dengan Film      
Novel Ayat-Ayat Cinta 2 sedang digarap untuk masuk layar lebar. Kalau kalian pernah bca novel AAC 1 dan nonton filmnya, tentu agak sedikit kecewa, karena banyak perbedaanya, dan banyak hal yang tak diangkat pula. Dengan ketebalan buku mencapai 698 halaman kira-kira berapa jam kita menonton filmnya? Saya yakin sekali film AAC 2 ini akan bernasib sama dengan AAC 1 antara novel dan film beda.

Saya sarankan agar kalian membaca novel AAC 2 sebelum nonton filmnya. Apa yang kalian baca jauh lebih dramatis dibandingkan filmnya. Setelah baca, kembalilah ke dunia nyata. Buat kaum Hawa harus sadar bahwa sosok sempurna Fahri hanya ada di Ayat-Ayat Cinta. Teruntuk kaum Adam, sosok ikhlas Aisah hanya ada di Ayat-Ayat Cinta.

Salam sastra,

Ukhty Iza ^-^   


Read more

RESENSI BUKU "TAK SEMPURNA"

0 komentar

Judul buku                        : Tak Sempurna
Pengarang                   : Fahad Djibran, Bodan Prakoso & Fade2Black
Penerbit                             : Kurniaesa Publishing
Tahun                                : 2013
Cetakan                             : 1
Kategori                            : Novel Remaja
Jumlah halaman                : 245
Harga                                : Rp 46.000

Bagi sebagian kawula remaja, sekolah terkadang hanyalah menjadi tuntutan orang tua untuk mengejar yang namanya masa depan. Mereka hadir di sekolah, duduk di kelas, berseragam, membawa buku, tapi pikirannya kemana-mana, berseragam asal putih abu-abu, buku tulis dibawa namun tak ada goresan apapun.

Dalam novel ini Fahad Djibran, dkk. Menceritakan kehidupan masa SMA dengan penuh dinamika hingga menumpahkan emosi anak-anak remaja tersebut ke jalan-jalan sebagai ajang adu kekuatan dan melestarikan tradisi yang bertahun-tahun dilakukan. Tawuran!

Sang tokoh utama Rama Aditya Putra bersekolah di Lazuardi. Ketika masih kecil sang tokoh memiliki cita-cita ingin menjadi pilot pesawat tempur, tapi mamanya tidak mengizinkannya karena perang itu bahaya. Rama juga memiliki wanita pujaan bernama Bunga. Wanita pendiam dan cerdas itu telah memuluhkan hatinya.

Rama dan sebagian teman-temannya tergabung dalam kelompok Lazard. Sebagain yang lain disebut sebagai “banci” karena tak mau ikut-ikutan tawuran. Rama, ingin mendapatkan pendidikan tapi, ia membenci sekolahnya. Apalagi sekoahnya adalah tempat sampah bagi semua kotoran dan kebusukan dunia. Dari sini ia mengenal kata-kata kotor, umpatan, makian, berkelahi, coba-coba jadi jagoan, merokok, minum-minuman, juga obat-obatan walau sampai tak kecanduan.

SMA Lazuardi memiliki musuh bebuyutan, yakni SMK Citra Bangsa dengan sebutan Chibanx. Tahun 2011 Andri, dari Lazard mati terbunuh saat kedua sekolah itu terlibat tawuran. Di tahun 2012, ini adalah ajang balas dendam Lazard. Bram menjadi pemimpinnya, Firman dan Eko siap mengeksekusi anak Chibanx. Tawuran mereka dihentikan oleh polisi dengan tembakan peringatan. Rama, berlari sekuat tenaga, ia merasakan waktu seolah melambat, ia tersungkur di aspal jalanan dan tak sadarkan diri.

Apapun yang terjadi, ku kan slalu ada untukmu
Janganlah kau bersedih,
Coz everything’s gonna be OK…

Kaki, kaki, kaki. Hanya itu yang menguasai pikirannya setelah ia sadar. Rama kehilangan kaki kirinyanya. Orang tuanya yang telah lama bercerai bertemu lagi di rumah sakit. Merawat Rama bersama-sama. Memang kebanyakan anak-anak yang terlibat tawuran karena broken home. Tak ada tempat kasih sayang bagi mereka, hingga bertumpah ruahlah emosi mereka dengan menjadi jagoan di jalan-jalan.

Bagaimana dengan kedua orang tua Rama, apakah mereka akan memberikan kekutan untuk Rama dalam meraih cita-citanya? Lalu bagaimana dengan Bunga, wanita pujaannya, apakah akan tetap menerima Rama setelah kaki kirinya diamputasi?      
Sebaiknya Anda membaca sendiri novelnya.

Kelebihan novel ini adalah penulis menggunakan bahasa yang ringan sehingga mampu dinikmati para remaja. Selain itu, penulis menyajikan lirik lagu Bondan Prakoso & Fade2black membuat pembaca tak jenuh dengan alur yang begitu menegangkan dan banyak penyesalan.

Kekurangan dari novel ini adalah penggunaan bahasa kasar. Bila belum cukup dewasa dalam mencerna suatu cerita bisa saja pembaca akan mengikuti gaya bahasa tokoh.

Banyak pesan tersurat dan tersirat dari novel ini. Penulis memberikan pelajaran berharga bagi para orang tua, guru, dan remaja itu sendiri. 

Salam perdamaian, 
Ukhty Iza ^-^



Read more

RESENSI BUKU "SUKSESMULIA STORY"

0 komentar

Judul Buku          : SuksesMulia Story
Pengarang            : Jamil Azzaini
Penerbit               : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun                  : 2015
Cetakan               : 1
Jumlah Halaman : 240 halaman
ISBN                   : 978-602-03-1509-6
Harga                  : Rp 65.000

Jamil Azzaini dikenal sebagai sang inpirator sukses mulia telah menulis berbagai buku-buku bertemakan motivasi dan pengembangan diri. Buku-buku best sellernya, Kubik Leadership, DNA SuksesMulia, Menyemai Impian Meraih SuksesMulia, Tuhan Inilah Proposal Hidupku, Makelar Rezeki, dan A Tribute. 

SuksesMulia Story adalah buku serial kisah-kisah inspirtif Jamil Azzaini. Kisah hidupnya yang kaya akan perjalan batin dan sarat dengan inspirasi telah menjelaskan dengan mengalir tentang prinsip hidup sukses mulia. Hidup sukses mulia memang tidak mudah mendapatkannya, tapi bila dikuatkan dengan enargi positif maka jalan hidup tersebut mudah dilaluinya. Energi positif itu ialah berupa amal kebaikan.

Penulis tak segan untuk berbagi kisah masa kecilnya yang begitu sulit karena keterbatasan ekonomi. Jamil kecil enggan untuk meratapi nasib keluarga yang menurutnya dapat melemahkan semangat untuk bersekolah. Jamil selalu menulis suatu mantra ajaib atau Magic word hampir di seluruh buku tulisnya. Dan tak sedikit teman-temanya yang mentertawakan juga melecehkan impiannya itu. Namun, kekuatan sebuah magic word dapat menghantarkan ia pada cita-cita dan impian hidupnya. Bukan hanya itu, magic word juga menjadikan hidup lebih terarah, walau harus melalui jalan yang sulit dan berliku.
  
Menjadi seorang trainer tentunya sering berinteraksi dengan banyak orang. Selain menulis tentang dirinya sendiri, penulis juga terispirasi dari beberapa orang dari berbagai macam latar belakang: kalangan menengah, kalangan atas, bahkan kalangan bawah tersentuh olehnya. Dengan kisah yang berneka ragam seperti, keluarga, cinta, cita-cita, keuangan, bisnis, pekerjaan, dan lain-lain.

Kelebihan buku ini tentunya banyak memberikan pelajaran hidup kepada pembaca. Mengarahkan arti sebuh usaha dengan kesunguhan, doa dengan penuh keyakinan, menjalani hidup dengan memperhatikan orang-orang di sekitar, membantu dengan ikhlas, sabar akan ujian hidup, dan mau meminta maaf juga memaafkan. Kisah nyata penyentuh hati ini selalu memberikan pesan berharga pada setiap perjalanan hidup yang disajikan penulis.             

Kekurangan buku ini adalah terlalu banyak iklan tentang kegiatan-kegiatan penulis maupun organisasinya. Kalau dihitung ada sekitar lima belas lembar. Padahal kemampuan penulis dan karya-karyanya yang luar biasa tidak diragukan lagi.

Buku SuksesMulia Story bisa menjadi sumber rujukan pembaca untuk hidup Sukses dan Mulia.


#SalamLiterasi
#SalamUkhtyIza ^-^


Read more

Setia Bersamamu

0 komentar

Kalian tahu novel yang diterbitkan Gramedia di akhir tahun 2015 kemarin?
Salah satunya adalah novel Setia Bersamamu karangan Qonita Musa.

Hari ini saya dan teman-teman FLP Depok mengunjungi rumah beliau. Sekadar santai, duduk-duduk, sambil belajar tentang dunia kepenulisan.   

Baiklah, saya perkenalkan dulu penulis yang satu ini. Namanya Santy Martalia dengan nama pena Qonita Musa. Beliau aktif menulis fiksi maupun nonfiksi sejak bisa nulis :)   Beliau  juga sangat menyukai dunia wanita dan hal-hal yang berhubungan dengan eksistensialisme. Beberapa karyanya telah diterbitkan diantaranya adalah Ada Rindu Untukmu, Mencari Nay, dan Berjuanglah Bunda.

Novel terbarunya diterbitkan oleh Gramedia pada akhir tahun 2015. Setia Bersamamu, novel bersetting di Yordania. Mengisahkan tentang seseorang yang belum menyelesaikan masa lalunya ketika dia harus menikah.

Diyuna adalah tokoh utama dalam novel ini. Wanita yang lembut, namun tidak bisa diusik oleh siapapun. Dia adalah wanita yang menginginkan kebebasan dalam hidupnya dan pernikahan hanya akan memberikan ruang sempit untuk dirinya.  “Diyuna, apakah kamu takut jatuh cinta padaku?” pertnyaan sederhana Harry tak pernah dijawabnya. Sederhana bagi Harry, begitu rumit bagi wanita pencinta kebebasan. Harry adalah masa lalu Diyuna.

Diyuna sang tokoh yang asyik dengan pemikirannya sendiri. Dia menganggap hidupnya bukanlah miliknya. Semua ini karena takdir. Takdirlah yang menetukan jalannya apapun yang ia lakukan. Baik atau pun buruk. Berpisah dengan Harry, menggugurkan kandungannya, menikah dengan Hamzah, itu semua karena takdir yang mentukannya.

Menikah dengan Hamzah? Bukankah wanita itu menyukai kebebasan dan menganggap pernikahan akan memberikan ruang sempit dalam hidupnya? Lagi-lagi Diyuna menikah dengan Hamzah karena takdir. Pelan-pelan Hamzah mengajarkannya tentang takdir, bahwa manisia bisa menciptkan takdirnya sendiri.

Diyuna bahagia hudup dengan Hamzah dan kedua anak mereka. Kurang lebih di tahun ketujuh pernikahannya masa lalunya datang. Pria bermata hazel itu pernah bersemayam di hatinya. Tak ada kata pisah diantara mereka. Cintanya yang belum usai masih membekas. Nah, di sinilah tempat konflik novel ini.

Membaca novel ini perlu kecermatan, karena sang penulis sering memunculkan flashback. Kalau gak konsen-konsen bacanya bisa-bisa bingung, ini alurnya sedang maju atau sedang menceritakan masa lalu. Gaya bahasa berkelas, gak sulit dan gak mudah juga.

Diskusi santai siang tadi, sang penulis menceritakan bagaimana prosesnya membuat karya-karya hingga diterima oleh penerbit. Gramedia, siapa si yang gak kenal dengan penerbit yang satu ini. Saat ini banyak loh bermunculan penerbit-penerbit baru. Tapi, Gramedia tetap eksis dalam menerbitkan karya-karya yang luar biasa. Mbak Santy melalui proses yang cukup panjang hingga akhirnya, karyanya dapat diterbitkan di penerbit besar tersebut. Luar bisa bukan? Kesabaran berbuah manis juga.

Mbak Sany memberikan saran buat kami, terutama saya sebagai penulis pemula untuk membuat draf sebelum menulis. Seperti menjabarkan karakter tokoh, membuat plot, dan juga alur. Nah, saran yang agak berat saya terima adalah konsisten waktu untuk menulis. heee… maklum masih  moody dalam menulis. Kalau dari segi waktu paling susah banget nulis malam hari, butuh pemikiran yang panjang, jika sudah pukul 10:00 malam mata sudah 5 watt, haaa artinya saya harus tidur. Pagi sampai Sore ngajar, saya tidak bisa ninggalin passion yang satu ini. Walau tahu, memang semua itu pilihan dan harus ada yang dikorbankan dari pilihan tersebut. Suatu saat kalau saya mau serius untuk fokus nulis pasti akan ada yang dikorbankan. :) :)       

Nahhh, jika suatu tulisan sudah jadi. Maka, tulisan juga seperti manusia, dia memiliki jodohnya. Kira-kira penerbit mana yang akan menerima karyanya. Jika sudah mengirimkan karya ke perbit, jangan takut untuk di tolak. Banyak loh penulis-penulis hebat yang karyanya di tolak. Seperti JK. Rowling penulis buku Best Seller Dunia ini dengan karyanya Herry Potter pernah di tolak oleh 14 penerbit. Namun pada akhirnya, karyanya punya jodoh untuk diterbitkan.    


Obrolan panjang di siang hari membahas tentang tulis menulis dan juga pembahasan novel yang sangat menarik ini memberikan energi semangat buat saya untuk terus menulis. Ahh,, hampir saja saya lupa untuk menuliskan pesan tersirat setelah baca novel Setia Bersmamu. "Jangnlah bermain api jika tak ingin terbakar. Jika telah terlanjur bermain, segera padamkan agar api itu tidak membesar."

Terima kasih Mbak Santy atas ilmunya hari ini.

Salam menulis,

Ukhty Iza ^_^


Read more

KETIKA MAS GAGAH PERGI

0 komentar


Semangat pagi, sobat!!!!
Sudah nonton film Ketika Mas Gagah Pergi?
Yuuuk atur waktu buat nonton film dakwah ini.

Mas Gagah sosok berkarakter mampu membuaka jalan hidayah untuk orang-orang di dekatnya. Cerpen tahun 1992 ini mampu memberikan atmosfer perubahan diri kepada pembaca saat itu dan saat ini.  Masih relefankah perubahan saat ini? Kenapa tidak? Walau kata “Ikhwan” jarang terdengar saat ini, namun sosoknya tetap ada.

Setiap manusia pasti berubah. Entah itu perubahan lebih baik atau sebaliknya. Semua manusia yang sadar pasti menginginkan perubahan yang lebih baik. Gita, cewek tomboi memiliki kakak yang fanatic dengan dunia agama. Mas Gagah panggilannya. Baik, cerdas, tampan, tangguh adalah karekternya. Orang-orang yang ada di dekatnya jadi ikutan fanatic juga terhadap agama. Termasuk Gita dan preman-preman yang jadi  ikutan insyaf.

Di usia Gita yang ke 18 tahun, Ia ingin menunjukan ke kakaknya bahwa sekarang Ia sudah berjilbab. Tapi, disaat itu pula terjadi kerusuhan di tempat ibadah, Mas Gagah ada di situ untuk menenangkan massa. Namun, hal yang terjadi adalah Mas Gagah mendapatkan serangan, tubuhnya penuh luka. Nyawanya tak bisa diselamatkan.     

Setelah lulus SMA Gita kuliah di Universitas Indonesia. Setiap kali ia menaiki angkutan umum ada pria berbaju kotak-kotak melakukan ceramah. Pria itu tak pernah minta bayaran dari ceramahnya. Suatu ketika ada tawuran pelajar SMA, pria itu terkena tusukan saat melindungi Gita. Ia pun membawanya ke rumah sakit.

Setelah lulus kuliah Gita melamar di salah satu perusahaan elektronik. Sosok Mas Gagah hadir kembali dalam kehidupan Gita. Pria yang Ia bawa ke rumah sakit itu ternyata direktur di perusahaan yang Ia lamar.

Kisah yng penuh nilai-nilai agama ini masuk dalam layar lebar pada tanggal 21 Januari 2016. Film yang diproduksi oleh PT Indobrodcast dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ini diperankan oleh Hamas Syahid, Masaji Wijayanto, dan Izzatun Niswah Ajrina. Bila sobat sudah baca bukunya jangan lupa nonton filmnya. Bila telah nonton filmnya jang lupa beli bukunya. 

Salam Ukhty Iza ^_^


Read more

GENAP “Ketika Aku dan Kamu Menjadi Kita”

2 komentar

Awal saya membeli buku ini karena bergabung dengan Facebook Nazrul Anwar, kalau suka baca status FBnya saya selalu menjawab “iya ya”. Status tentang isi hati, emmm.. menurut saya ini hal yang paling disukai siapapun. Satu bulan buku GENAP ini mulai dipromosikan, saya memesannya. Ketika paket buku sudah sampai, woooow,, eksklusif baget buku ini, satu buku satu kardus khusus. Didesign khusus bersampul GENAP.

Ketika melihat cover buku ini ada tulisan “Ketika Aku dan Kamu Menjadi Kita”, dalam hati ada pertanyaan, siapakah kamu? sehingga menjadi kita. Hihihihi

SIAPAPUN KAMU, judul bab pertama buku ini. Saya baca dengan santai, seperti saya membaca buku-buku baru lainnya. Ketika selesai membaca paragraf pertama, langsung mata, hati, dan pikiran saya menyatu untuk sama-sama membaca buku ini dengan cermat, penuh penghayatan. Jiwa dan hati saya terhanyut pada gaya bahasa penulisan Nazrul Anwar yang ringan. Benar-benar bab ini membawa saya pada suatu ruang di mana saya sendirian, dan sedang menanti pangeran yang akan datang untuk menggenapi  saya. Cieeeee ^_^

Bagi pembaca yang sedang menanti pasangan hidup dikategorikan oleh Nazrul Anwar berada di ruang tunggu. Menunggu ketetapan-Nya, kapan dan dengan siapa ia menggenap? Nazrul Anwar menyakinkan pembaca bahwa, selama ini ketetapan-Nya tidak pernah salah, Dia selalu tahu waktu yang paling tepat. Hanya tinggal kitanya yang yakin atau tidakkah dengan ketetapan-Nya.

Entah kenapa setelah selesai membaca bab pertama buku ini, saya tidak mau melanjutkannya. Saya melempar buku ini. Hati dan pikiran saya begitu dalam menghayatinya. Seolah saya tak akan sanggup membaca bab-bab selanjutnya. Padahal, bab pertama isinya kurang dari satu lembar.

Esok harinya saya mencoba memberanikan diri dengan membuka hati dan jiwa untuk melanjutkan bacaan. Kali ini harus lebih siap apapun yang telah disajikan Nazrul Anwar dalam tulisannya. Pembaca diajak memaknai arti pasangan, idealnya pasangan, cinta, rindu, kesederhanaan, dan nano-nanonya hidup menggenap. Semakin dibuka halaman berikutnya semakin menarik untuk dibaca. Jadi, -setelah mengikhlaskan diri baca buku GENAP- kalau belum di baca sampai habis, belum mau udahan. Hehehe bacaan yang tak ingin berhenti untuk di baca kalau belum tamat.

Berkaitan dengan pasangan, saya memang punya standar dalam memilih pasangan, dan saya yakin ini pun bukan hanya terjadi pada diri saya saja. Aku, kamu, kalian pasti juga punya standar untuk menentukan sisi kualitas pasangan. Biasanya hal ini ditentukan agar diri kita tidak salah pilih dan menyesal nantinya, rasanya bahagia sekali jika standar yang telah kita tentukan benar-benar terpenuhi.

Ketika saya mengidamkan sosok perfeksionis, seketika hilang. Bab keempat buku ini, membuka hati saya  tentang sebenarnya hidup bukan permasalahan bersama siapa kita menjalaninya. Tapi tentang bagaimana kita menjalaninya. Jadi, sipapun orang yang telah dikirimkan-Nya untuk menggenap dengan diri ini bukan sebuah masalah, karana semua tentang cara. Menerima ketetapan-Nya adalah hal bijak dalam hidup. Kenyataan membuktikan, banyak orang menggenap dengan pasangan di luar kriterianya, bahkan jauh dari kriteria yang telah ditentukan. Tapi, tetap hidup bahagia. Naahh mungkin inilah yang dinamakan jodoh. Secantik apapun rencana yang telah kita susun, lebih cantik lagi rencana-Nya. Iya gak?
     
Semakin dalam membaca buku ini semakin saya mengerti bahwa tak ada pasangan ideal. Karena tak ada manusia yang sempurna. Karena berlatar belakang dari ketidaksempurnaan maka, ketika menggenap pun tetap tidak bisa menjadi pasangan yang ideal. Karena ideal itu proses, lalu bagaimana agar bisa tetap bersama sampai mati? Yaaa pasangan ini harus saling mengerti dan menerima tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tooh dalam hidup ini tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. Selagi mau duduk bareng, bisa saling menerima dan mau memperbaiki diri.     

Nazrul Anwar paling bisa memberikan ekspersi pembaca senyum-senyum sendiri saat baca buku ini. Bagaimana tidak, dialog romantis dimunculkan. Seromantis apa si? Seromantis kamu dan pasanganmu bisa saling menerima dan menghargai satu sama lainnya. Buku ini tak berbahasa cinta melagit, tapi justru dengan bahasa cinta sederhana yang mampu diterima oleh hati. Sesuatu yang ditulis dengan hati maka akan sampai ke hati pula.

Sisi lain yang saya tangkap dalam buku ini, menyadarkan saya arti hidup. Walau buku ini serial CINTA tetap ada makna kehidupan, arti kehidupan masuk ke dalam hati saya. “Menerima ketetapan-NYA” kalimat inilah yang masuk dalam hati saya. Menerima ketetapanNya bukan hanya menerima pasangan saja, tapi rejeki, lingkungan, teman, pekerjaan, hidup, dan lain-lain tentang sebuah TAKDIR.    

Menurut saya buku ini memang ditulis dengan hati. Hati Nazrul Anwar untuk menikahi Linda Kusumawardini. Beberapa minggu setelah baca buku ini ada yang membuat saya terkejut. Tenyata buku ini dijadikan mahar oleh penulis untuk istrinya. So sweet…. 

Yuup.. buat kalian yang akan menggenap, dan telah menggenap. Saya sarankan baca buku ini. Anda akan tahu arti sebenarnya menikah dan pasangan. Selamat membacaaaa..


Salam Menulis Ukhty Iza ^_^







Read more