• Smile

    Smile

    Berikan aku senyummu, maka bahagiaku melewati tujuh musim.

  • Bookshelf

    Bookshelf

    Bila buku menjadi teman hidupmu, maka kamu akan tahu bahwa ia sangat berarti.

  • Education

    Education

    Belajar itu tak mengenal usia. Karena kampus sesungguhnya adalah kehidupan, sedangkan guru terbaik adalah pengalaman.

  • The Power of Pray

    The Power of Pray

    Doa itu layaknya bibit. Doa yang dipanjatkan mestilah sesuatu yang baik hingga layaklah kita berharap hasil yang baik pula. Sebab, tak akan tumbuh buah manis jika ditanam sembarang bibit.

  • Take and Give

    Take and Give

    Hidup itu bukan hanya sekadar menerima, tapi juga memberi. Karena pada hakikatnya sesuatu yang kita miliki adalah yang telah kita beri.

  • Clean Heart

    Clean Heart

    Terkadang ia tak didengar, namun ia selalu jujur.

Kampungku Bersinar Dengan Buku

0 komentar


Kita tahu bahwa tingkat literasi Negara Indonesia masuk pada peringkat ke-62 dari 72 negara, ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan Progrmme for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2019. Sementara UNESCO di tahun 2015 menyebutkan minat baca orang Indonesia hanya 0,001% artinya 1000 orang Indonesia hanya satu orang yang gemar membaca.

Membaca merupakan media penyerapan ilmu pengetahuan, informasi, dan budaya. Tingginya kemampuan membaca akan mendorong seseorang untuk mengembangkan diri. Masyarakat yang gemar membaca menunjukan masyarakat yang peduli terhadap ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuan merupakan pilar utama dalam kemajuan umat manusia.

Jangan heran jika negara-negara Eropa maju, karena dalam setahun satu orang dapat membaca 25 buku. Negara Jepang dan Singapura warganya memampu membaca buku 15-17 buku pertahun. Sedangkan Indonesia 0 buku. Kata Taufik Ismail dalam sebuah audensi dengan komisi X DPR RI tahun 2010, ini adalah Tragedi. Hal ini menunjukan keprihatinan seorang sastrawan Indonesia melihat budaya baca kita yang kian jauh dari tradisi membaca.

Kalau kata Milan Kundera, jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban hancurkan buku-bukunya, maka pastilah bangsa itu akan musnah. Ini artinya buku memiliki peran yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia.

Kalau kita lihat secara saksama, orang Indonesia belum piawai melahap buku, namun sudah ditambah derasnya arus teknologi. Belum siapnya masyarakat menghadapi teknologi, sehingga gadget hanya sekadar untuk bermedia sosial, mencari provokasi, atau nge-games. Padahal, menghabiskan waktu dengan membaca buku tentu akan lebih bermutu.

Saya khawatir bagaimana nasib anak-anak zaman sekarang yang disebut ssebagai generasi alfa? Mereka lahir langsung bersentuhan dengan gadget. Genarasi alfa tentunya memiliki tantangan yang libih besar. Sebab, semakin canggih suatu teknologi maka semakin memudahkan manusia untuk melakukan segala sesuatunya. Lalu bila semuanya sudah serba mudah apa yang akan terjadi nantinya? Bisa jadi, munculah budaya serba instan, pribadi yang malas, termasuk malas berjuang.


Untuk itulah, saya dan Ibu-ibu Sekar Galan mendirikan Taman Bacaan Masyarakat yang kami namai dengan TBM Kampung Pelita Buku. Saya berharap kampung kelahiran saya ini menjadi terang benerang dengan membaca buku. Kami juga mendorong masyarakat Kp. Pulo, bukan hanya kalangan anak-anak, tapi juga para pemuda, dan orang tua “Ayo Membaca Buku”.



Benarlah ungkapan A book is your best friend, karena buku punya 1001 cara untuk mewujudkan keingian sahabatnya. Dan kalau mau jadi sahabat buku kita harus benar-benar mencintai buku. Kata Najwa Sihab hanya butuh satu buku untuk jatuh cinta pada membaca.

Alhamdulillah upaya untuk mewujudkan kampung literasi dengan mendirikan TBM Kampung Pelita Buku didukung oleh YBM PLN UIP2B JAMALI. Di bulan Februari lalu kami mendapatkan donasi sebesar Rp 12.000.000 untuk membangun sarana dan prasarana TBM Kampung Pelita Buku.



Dan tepatnya pada hari ini, 19 Maret 2022 diadakan peresmian ruang baca TBM. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 dihadiri oleh Beberapa pengurus YBM PLN , ketua RW 09 Bapak Sainan Adul, Ketua RT 03 Bapak Slamet Widodo, dan Ketua Sekar Galan Ibu Hj. Tukiyah.




Acara ini selain meresmikan ruang TBM yang berukuran 4x2 m2, juga tebar 50 paket sembako YBM PLN UIP2B JAMALI bagi keluarga prasejahtera di lingkungan Rt 03/09. Alhamdulillah acara dapat berjalan dengan lancar.

Setelah peremian ruang TBM kami akan berfokus pada program-progam untuk menumbuhkan minat baca warga Kampung Pulo. Agar cita-cita kami mewujudkan waga gemar membaca dapat terwujud. Tentunya dengan izin Allah.

 

#SalamLiterasi

#TBMKampungPelitaBuku

#PeresmianRuangTBM

#cintabuku

#cintabaca


 



Read more
0 komentar

 

Kejujuran yang Menyelamatkan Jiwa



 

Di sebuah desa terpencil di pinggiran kota, tinggallah seorang anak laki-laki bersama enam saudaranya. Kehidupan keluarga ini sangat sederhana. Orang tuanya hanya seorang buruh tani, tujuh bersaudara itu masih bersekolah, sementara ibunya hanya ibu rumah tangga. Setiap hari anak laki-laki tersebut pergi ke pasar berjualan asongan selepas pulang sekolah guna membantu keuangan keluarganya.

Suatu hari saat menjajakan dagangannya, ia melihat sebuah bungkusan kertas Koran yang cukup besar terjatuh di pinggir jalan. Ia mengambil bungkusan itu, kemudian membukanya. Alangkah kagetnya ia, karena bungkusan tersebut berisi uang dengan jumlah nominal yang sangat besar.

Namun, ia tak gembira sama sekali, justru rasa iba yang tergambar dari raut wajahnya. Ia kebingungan karena ia yakin karena uang tersebut pasti ada pemiliknya. Saat itu juga, ia berinisiatif mencari pemilik uang tersebut. Tiba-tiba seoarang ibu datang dengan berlinang air mata dan berkata, “Dik, bungkusan itu milik Ibu. Uang yang di dalamnya untuk biaya rumah sakit, karena anak ibu baru saja mengalami kecelakaan korban tabrak lari. Saat ini, anak ibu dalam keadaan kritis dan harus segera dioperasi, karena terjadi pendarahan otak. Kalau tidak cepat ditangani, ibu khawatir jiwanya tidak tertolong. Pagi ini ibu baru saja menjual semua harta yang ibu miliki untuk biaya rumah sakit.”

Kemudian anak kecil tersebut berkata, “Benar Bu, aku sedang mencari pemilik bungkusan ini, karena aku yankin pemilik bungkusan ini pasti sangat membutuhkannya.”

Kemudian, ia menyerahkan uang itu kepada ibu tersebut. Sesampainya di rumah, ia menceritakan semua kejadian yang baru saja ia alami kepada ibunya. Lantas ibunya berkata, “benar kamu tidak boleh mengambil barang milik orang lain, walaupun itu di jalanan, karena barang itu bukan milik kita. Ibu sangat bangga kepadamu, nak. Walaupun kita miskin, tetapi kamu kaya dengan kebaikan dan kejujuran. Buat apa kita memiliki kekayaan yang begitu melimpah, sementara kita harus mengorbankan nyawa orang lain? Kamu sungguh anak yang baik. Ibu sangat bersyukur mempunyai anak sepertimu. Hari ini ibu percaya, kamu sudah menyelamatkan satu jiwa dengan kejujuranmu, kamu harus menjaganya, karena kejujuran dapat menyelamatkan orang lain, karena kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana-mana.”

 

(Diambil dari buku “Rumah Seribu Cermin” karya John Rinaldi)

***

Kejujuran adalah harga yang sangat mahal, karena kesengsaraan berawal dari ketidakjujuran. Korban dari ketidakjujuran ia akan merasa teraniaya, karena sesuatu yang menjadi haknya tidak ia dapatkan. Sementara si pelaku juga akan tersiksa oleh perasaan bersalah yang selalu menghantui hidupnya. Kejujuran itu melibatkan Allah Ta’ala dalam diri manusia. Namun, dorongan nafsu membuat seseorang berani berbuat tidak jujur. Akibatnya, banyak manusia tega merampas hak-hak orang lain demi memenuhi keinginannya dengan menghalalkan segala cara. Sekalipun begitu kejujuran akan selalu membawa keselamatan dan ketenangan jiwa.

 

 



Read more
0 komentar

 

Bunga Mawar dan Pohon Cemara




Konon disebuah hutan, bunga mawar mentertawakan pohon cemara seraya berkata, “Meskipun kamu tumbuh begitu tegap, tetapi kamu tidak memiliki keharuman, sehingga tidak bisa menarik kumbang dan lebah.”

Pohon cemara diam saja. Demikianlah bunga mawar itu menceritakan tampang buruk pohon cemara kepada semua penghuni, sehingga membuat pohon cemara tersingkir dan menyendiri di tengah hutan.

Saat musim dingin dating salju turun dengan lebat, si bunga mawar yang sombong sulit mempertahankan hidupnya. Demikian juga dengan tumbuhan lainnya. Hanya pohon cemara yang masih tegak berdiri di tengah badai dingin yang menerpa.

Di tengah malam yang sunyi, salju berbincang-bincang dengan pohon cemara. Salju berkata, “Setiap tahun, aku dating ke bumi ini, dan selalu melihat kemakmuran dan keramaian berbuah menjadi gersang dan sunyi. Namun, kamulah satu-satunya yang dapat melewati ujian dariku, sehingga dapat menahan segala tekanan alam. Padahal alam dan manusia selalu mengalami perubahan.”

Kisah inspiratif ini saya ambil dari buku karangan John Rinaldi “Rumah Seribu Cermin”.

Hallo sahabat ukhty, ya ampunnn sudah lama sekali yaaa blog ukhtyiza sepi dari tulisan-tulisan cerpen, motivasi, puisi, dan lain-lainnya. Waduh sibuk apa si ukhtyIza? Haaaaa sibuk si enggak. Maklum kemarin lagi masa transisi dari gadis ke emak-emak, heee.

Sebenarnya udah banyak banget ni ide-ide di kepala. Apalagi mau ngelanjutin cerpen “Pemilik Senyum Cappuccino”. Tapi yaaa banyak ide aja gak di tulis-tulis gak bakal jadi. Nulis itu butuh kekonsistenan biar terasah dan terbiasa. Semenjak jadi emak-emak susah banget dapetin waktu luang yang panjang buat nulis. Sekalinya ada buat tidur karena udah capek dengan pekerjaan yang gak ada selesainya.

Berhubung si Kembar sudah mulai asyik bermain, tidurnya juga sudah mulai teratur insya Allah blog ukhtyiza mau diramaikan lagi. Mohon doanya ya sahabat ukhty!

E..e..ehh… kok jadi kesana kemari yaa?! Bagaimana dengan kisah bunga mawar dan pohin cemara? Jadi, untuk memacu menulis kembali saya akan sajikan kisah inspiratif penuh makna. Yang nantinya dari kisah inspiratif dibahas pula pesan dari kisah tersebut.

Pada kisah kali ini tentang “Bunga Mawar dan Pohon Cemara” di mana pohon cemara mengajarkan kita tentang keteguhan jiwa dan pikiran walaupun caci maki dan fitnah datang untuk menjatuhkan dia tetap berlapang dada. Cuaca terang dan berawan datang silih berganti. Belajar pada cermin yang jernih, sehingga dapat melihat keadaan yang sebenarnya. Bunga mawar hanya merasakan kepuasan dan kecongkakkan sejenak, tetapi pohon cemara dapat menghadapi, memerima, dan menahan diri dengan tenang dan sabar. Kita harus sabar dengan sifat pohon cemara yang tegar menahan serangan, baik serangan yang bersifat tindakan, ucapan, maupun pikiran, dan menjadikannya sesuatu yang sejuk, hangat, serta damai.



Read more

Hidup Berkualitas dengan Baca Buku

0 komentar


“Baca buku memberi nafas untuk hidup” inilah taglineku tentang baca buku. Bila tidak baca buku, hidup terasa kurang motivasi dan akan timbul rasa malas untuk berktivitas. Kalau sudah malas dalam beraktivitas, hidup pun kurang berkualitas. Nah, karena hidup hanya sekali apa mau hidupnya tak berkualitas?

Saat saya mengikuti pelatihan seven habits yang diselenggarakan oleh Dunamis Poundation, seorang trainer mengatakan bahwa, kualitas diri seseorang ditentukan dari apa yang telah dibacanya. Bagiku modal dasar untuk menentukan berkulitas hidup seseorang dengan baca buku. Membaca buku membuatmu banyak pengetahuan, wawasan, motivasi hidup, kesenangan, dan sebaginya. Membaca buku juga membuat otakmu berfungsi dengan baik. Seperti, berlatih konsentrasi, memahami makna tulisan, mampu membaca susana, selalu menggali informasi, dan masih banyak lagi.

Awal Suka Buku
Hobi baca buku awalnya saya raskan ketika kelas 2 SMP. Saat itu saya mengikuti organisaasi di sekolah. Saat berkumpul dengan teman-teman satu organisasi, mereka selalu membahas isi buku yang telah dibaca. Saya yang tidak baca buku hanya menjadi pendengar yang baik untuk menutupi ketidaktahuan saya tentang buku. Terus-menerus hanya jadi pendengar sungguh tidak menyenangkan, seolah-olah keberadaan saya tak dianggap. Kemudian, saya mengumpulkan uang jajan selama kurang lebih dua minggu hanya untuk membeli satu buku. Dapatlah buku yang jumlah halamannya tidak lebih dari 80 halaman.  Setelah selesai di baca saya bawa ke teman-teman organisasi. Saya ceritakan isi buku itu ke mereka, dan keberadaan saya mulai diakui. Senang rasanya, perasaan saya saat itu. Saya pun berusaha di pertemuan-pertemuan selanjutnya harus bawa buku. Perpustakaan, menjadi penyelamat uang jajan saya.    

Sejak saat itu saya jadi senang baca buku. Walau awalnya hanya ingin diakui oleh orang lain, namun buku tertnyata punya magnet tersendiri agar kita bisa terus membacanya. Dulu, saya senang baca buku tentang remaja, baik fiksi maupun nonfiksi. Seiring berjalannya waktu, saya bukan berda pada posisi remaja lagi, buku yang saya suka sejak kuliah sampai saat ini adalah tentang motivasi pengembangan diri dan agama.

Buku motivasi pengembangan diri membuat saya untuk terus mengaktualisasi diri, penyemangat untuk berkembang, menggali potensi, mamaknai hidup, dan menjadikan hidup berkualitas. Sedangkan buku-buku agama saya pilih karena, sebagai makhluk Tuhan hendaknya perlu mengetahui dan mempelajari aturan-aturan dan norma-norma yang diberikan oleh-Nya.  

100.000 per bulan saya alokasikan untuk membeli buku setiap bulannya. Walau sebenarnya kadang suka lebih dari bujet. Tapi gak mengapa, tidak rugi menghabiskan uang untuk beli buku. Jujur saja, di mana pun ilmu mahal harganya. 

Jadikan buku itu sahabat
Bagaimana perasaanmu bila punya sahabat? Sangat senang bukan? Adanya sahabat dapat memberikan kita dukungan untuk lebih maju dan memberi nasihat bila kita salah. Buku bisa dijadikan sahabat. Karena, bisanya apa yang ingin dibaca itulah sebenarnya apa yang sedang kita dibutuhkan. Buku itu sahabat, suka menghibur dikala sedih. Buku itu sahabat, dapat menjadi petunjuk sebelum tersesat. Buku itu sahabat, mengajak kita untuk masuk ke gerbang kesuksesan.




Penyebar Virus
Kebiasaan baik wajib ditularkan agar tidak kalah dengan kebisaan jahat. Membaca adalah sebuah kebiasaan baik, virus baik, maka wajib ditularkan kebiasaan ini. Sebagai guru dan mengelola juga perpustakaan sekolah, saya menyebarkan virus ini ke murid-murid dengan program one month three book bila ada yang mencapai target akan saya berikan satu buku gratis. Asyik kan!! Saya akan memberikan penghargaan buat orang (siswa) yang menghargai hidupnya dengan menambah kulitas hidup melalui baca buku.

Yuup, yang belum punya hobi baca buku, ayo dari sekarang sempatkan waktu untuk baca buku. Keuntungan baca buku lebih bnyak dari pada membuang waktu hanya sekadar baca status FB atau BBM teman. Yuk tingkatkan kulitas hidup dengan baca buku.           



Read more

Sekolah Gratis dengan Fasilitas Lengkap. Apa Mungkin?

0 komentar

Ada harga, ada kualitas. Eemmm… ini menjadi slogan produk. Kalau mau mendapatkan kualitas yang bagus ya tentunya ada harga yang bagus pula. Lalu bagaimana dengan judul di atas? Sekolah gratis tapi fasilitas lengkap? Mungkin tidak sih?

Yaa bisa saja. Gratis di sini untuk pendidikan siswanya, orang tua siswa yang biasa mengeluarkan juataan rupiah untuk dana pendidikan, tidak berlaku di sekolah gratis ini. Lalu bagimana dengan oprasional sekolah, gaji guru, sarana dan pra sarana, dan lain-lainnya?

Dok. Pribadi (Gedung SMK Informatika Utama)

Baik, di sini saya akan perkenalkan kalian tentang sekolah gratis berfasilitas lengkap juga memiliki kualitas yang bagus. SMK Informatika Utama namanya. Sekolah gratis yang dibiayai oleh YBM PLN ini beralamat di jalan JCC Kompleks PLN P2B TJBB Krukut Limo, Depok. Sekolah berbasis IT ini sudah 13 tahun berdiri. Sudah meluluskan 11 angkatan dengan jumlah siswa lebih dari 300.

Bukti fasilitas lengkapnya apa sih?
Disini ada 3 lab komputer dengan masing-masing ruangan terdapat 30 unit komputer, bahkan rencananya dipertengahan tahun 2019 ini akan tambah satu lab komputer lagi. wowww… jadi kalau satu lab terdapat 30 komputer berati SMK Informatika Utama punya 120 unit komputer. Woowwww baget gak sih…

Bukan hanya itu aja loh,,, biasanya ni, disekolah lain kalau guru membutuhkan proyektor sebagai media pembelajaran, sang guru harus membawa proyektor dari ruang guru ke ruang kelas, itu pun kalau proyektornya tidak di pakai guru lain. Kalau di pakai guru lain? Yaaaa jadinya sang guru tersebut tidak bisa menggunakan proyektor untuk mengajar. Naahhh di SMK Informatika Utama, sekolah binaan YBM PLN ini setiap kelas dilengkapi proyektor, jadi gak ada drama guru rebutan proyektor ketika mau mengajar. Heeee…

Ruang kelas yang luas dilengkapi dengan dua AC pada setiap kelasnya membuat siswa dan guru nyaman melaksanaan kegiatan belajar mengajar. Enak banget yaa siswa yang sekolah di sini!! Sudah gratis fasilitas lengkap lengkap pula. 

Lalu bagaimana dengan mutunya?
Guru menjadi motor penggerak pendidikan. Guru di sekolah binaan YBM PLN ini, bukan guru jam terbang. Artinya apa? Guru yang mengajar di sekolah ini full berada di sekolah dari jam masuk sampai jam pulang (pukul 07.00 s.d. 15.00). Dengan begitu, guru bisa mempersiapkan perangkat pelajaran dan juga bisa fokus untuk pendampingan siswa.

Dok. Pribadi (Piangam Penghargaan dari Menteri Pendidikan Anis Baswedan)

Prestasi yang diraih oleh sekolah ini pun jangan diragukan. Tahun 2015 memperoleh piagam penghargaan dari menteri pendidikan dan kebudayaan, Anis Baswedan, sebagai sekolah penyelengaara UNBK berintegritas. Tahun 2016 mendapatkan penghargaan kepala sekolah berprestasi.  Pernah meraih nilai UN Bahasa Indonesia dan Matimatika tertinggi sekota Depok, dan banyak lagi prestasi lainnya yang didapat.

Alhamdulillah sekolah ini berdiri tegak atas dana zakat karyawan PLN yang dikelola oleh YBM PLN. Berbagai manfaat dapat langsung dirasakan oleh siswa, guru, dan penggerak pendidikan sekolah gratis bagi kaum dhuafa ini.

Lulusan SMK Informatika Utama juga sudah bekerja, bahkan sebelum mereka menerima ijazah SMK sudah diterima di perusahaan. Setelah lulus dari sekolah ini banyak diantara mereka yang melanjutkan ke perguruan tinggi dengan biaya sendiri, selain itu mereka juga bisa membantu meringankan beban orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan hidup, bahkan tak sedikit dari alumni sekolah ini mampu membiayai adiknya sekolah.
Wooww… berkah sekali yaaa….


Para alumni ini pun sekarang tergabung dalam komunitas FOKAL (Forum Komunitas Alumni) SMK Informatika Utama. Setiap bulan mereka menyisihkan gajinya ke KOMZIS SMK Informatika Utama, yang nantinya dana tersebut digunakan untuk kegiatan bakti sosial, salah satu contohnya pembagian sembako untuk dhuafa yang diselenggarakan setahun dua kali. Hal ini sejalan dengan visi-misi YBM PLN, menjadikan Mustahik menjadi Muzakki. Keren baget yaa…

Sumber: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dompetsampah&hl=en_US
                                                        

Satu lagi ni, sekolah ini juga sedang mengembangkan program inovasinya. Apa itu? APLIKASI DOMPET SAMPAH. Aplikasi yang dibuat oleh siswa SMK ini mendapat sambutan yang baik oleh YBM PLN, program ini hadir untuk mengedukasi masyarakat dalam memilah milih sampah dan juga membiasakan masyarakat untuk menabung. Silahkan download aja aplikasinya di play store. Sekarang memang zamannya serba online, sampah daur ulang dijual di sini. Nanti akan ada armada Dompet Sampah yang akan menjemputnya.

Bagaimana dengan sekolah gratis dengan fasilitas lengkap? Benar-benar ada, yaa!!

Terima kasih telah mampir.
Jangan lupa buanglah sampah pada tepatnya
Menjejak manfaat ramadhan
Jangan lupa zakatnya

Salam Ukhty Iza ^_^



Read more

Danau Ghulun

3 komentar



Beberapa bulan lagi tahun 2016 akan segera berakhir. Aku memutuskan untuk mengambil cuti di minggu ini. Penatnya urusan kantor membuatku harus refresing. Segala pikiran dan tenaga aku berikan untuk perusahaan tempatku bekerja, tiga tahun terakhir adalah masa emasku dalam bekerja. Aku menjadapat prestasi menjadi karyawan terbaik, sebagai balasannya aku dapat tiket liburan ke Raja Ampat, Jepang, dan Inggris. Tapi, aku merasa belum puas jika aku hanya sebagai karyawan. Tahun depan aku memutuskan untuk berhenti kerja dan membuat perusahaan sendiri.
Aku ingin menikmati liburanku kali ini ke tempat yang sejuk sambil menyusun draf membangun perusahaan. Danau Ghulun menjadi pilihan utama untuk menghabiskan waktu hari ini. Di sini terdapat taman yang cukup besar, tanaman bugenvil tumbuh subur dengan bunga-bunga yang sedang bermekaran. Pohon-pohon besar berdiri kokoh menambah keteduhan di danau ini.

Angin berembus kencang, mengibaskan dedaunan di pinggir danau. Burung-burung gereja berterbangan dengan lihai dari satu pohon ke pohon yang lain, sekawanan capung menari-nari di tengah danau. Tampak indah di sini, sayangnya keindahan ini tak bisa dinikmati oleh anak-anak, bahkan para orangtua pun tidak berani ketempat ini. Sebab, sejak kematian beberapa orang mahasiswa dua tahun lalu akibat tembakan dari orang yang tak dikenal membuat danau ini begitu hening. Belum lagi beberapa bulan lalu ada seorang kakek-kakek tersambar petir saat mancing di Danau Ghulun. Mungkin orang-orang beranggapan danau ini sebagai tempat mistis. Aku sendiri tidak percaya hal itu.

Danau Ghulun yang hening menjadi daya tarik tersendiri bagiku. Aku menyukai tempat ini karena diantara yang lain Ghulun menyimpan banyak kenangan. Dulu setiap weekend orangtuaku mengajaku ke tempat ini. Kami sekeluarga tak pernah absen mengunjungi Danau Ghulun, aku dan adikku paling suka naik perahu naga di danau. Ayah dan Ibu megawasi kami dari kejauhan di bawah pohon damar sambil menikmati macaroni schotel. Danau ini begitu ramai apabila ada pertunjukan barongsai, dongeng dari komunitas pencinta anak, 17-an, lomba dayung, ah begitu indah kenangan di sini. Tapi ditempat ini pula, kenangan buruk terjadi. Ayah dan Ibu bertengkar hebat. Aku yang berusia 10 tahun tak tahu harus berbuat apa, yang pasti aku dan adikku merasa malu saat itu, menyaksikan mereka bertengkar di tempat umum. Permasalahannya apa? Entahlah, katanya saat mereka sedang santai di bawah pohon seorang wanita teman kerja Ayah menghampiri, wanita itu menangis-nangis minta Ayah untuk bertanggung jawab atas perbutannya. Satu bulan kemudian Ayah dan Ibu bercerai. Sebagai anak hatiku hancur. Tak penah terpikrkan bagiku Ayah dan Ibu berpisah. Aku kabur dari rumah, selama satu tahun aku menjadi gelandangan. Aku pulang ke rumah saat mengetahui bahwa Ibu sedang koma.

Setiap kali mengingat kenangan pahit di Ghulun, aku berharap segera hujan. Biar kenangan pahit itu dapat tersapu oleh hujan.

Aku paling suka naik ke ranting pohon Angsana. Di tempat ini aku bisa melihat sekitar tanpa harus bersusah payah mengangkat kepala ke depan. Pohon ini sangat nyaman. Aku bisa memulai buat draf perusahaan yang akan aku bangun.       
“Kenapa aku harus hidup?”
Tiba-tiba saja seorang wanita di sebrang danau berteriak. Dia meletakkan lututnya di tanah, dan menghadapkan mukanya ke air danau. Wanita itu cukup berani juga datang ke danau ini. Mungkin dia sama sepetiku yang tak percaya bahwa danau mistis. Baguslah, aku tak sendiri kali ini.
“Kenapa aku harus hidup?”    
Ia mengulangi kalimat itu, kini tangannya memukul-mukul air danau. Mukanya tak terlihat jelas, sebab rambut pirangnya telah menutupinya. Aku tak peduli dengan apa yang ia dilakukan. Manusia memang seperti itu, perlu mengekspresikan kekesalannya. Yaa walau dengan cara yang berbeda-beda. Aku juga pernah seperti wanita itu, mengekspresikan kekesalanku dengan cara berteriak sekencang-kencangnya di atas ranting pohon ini. Jadi, hal yang seperti ini sudah biasa.
“Aku muak dengan kehidupan ini!!”
Ia berteriak lagi, kali ini teriakannya sangat keras. Tas yang ada di sampingnya ia lempar ke danau. Tangannya mengepal, tampak kesal. Aku berusaha untuk tidak memedulikannya. Aku berusaha konsen dengan draf pendirian perusahaanku. Tapi, tetap saja rasa penasaran selalu mendorongku untuk melirik ke arahnya. “Dasar pengganggu” kataku dalam hati.
Aku terganggu dengan tingkahnya yang mulai aneh. Kali ini pohon kenari dipukul-pukul menggunakan tangan kanannya, ia terlihat tidak merasakan sakit, meskipun tangannya mulai berdarah.

Angin berembus kencang menerpaku. Daun-daun dari pohon angsana berjatuhan. Burung-burung gereja tampak tenag di atas pohon, sekawanan capung juga tak tampak kelihatan lagi saat ini.

“Dasar keparat!”
Berkali-kali ia berteriak kalimat itu. Aku merasa sudah tidak nyaman di sini, jujur saja aku merasa terganggu dengan wanita itu. tidak mungkin aku merancang perusahaanku dalam kondisi seperti ini. Aku buka bekal yang ku beli di dekat pertigaan menuju danau. Spageti jombo, sengaja aku beli dalam porsi bersar agar aku tak bolak balik beli makanan.
Sementara orang itu, “Tidak!!” terikanku dalam hati. Wanita itu memukul-mukulkan kepalanya di pohon Kenari, darah keluar dari dahinya. Tak sampai di situ, ia menabrakan tubuhnya ke pohon besar itu. Aku tak mengerti mengapa ia melakukan hal itu. “Dasar keparat!!” ia berteriak lagi. Rasanya aku ingin mendekatinya, dan menanyakan banyak hal tentang apa yang terjadi padanya. Tapi, apakah aku akan dibilang mencampuri urusan orang lain kalau seperti itu. Ah, rasanya kakiku berat untuk melangkah. Danau ini cukup besar, butuh waktu tak sedikit untuk sampai di sebrang sana.  

“Dasar keparat!”
“Bedebah”
“Ini keterlaluan”
“Biadab”
Aku tak mengetri apa maksud perkataannya. Berkali-kali ia benturkan kepalanya. Terkadang ia tendangi pohon besar itu. Rambutnya tampak berantakan, entah dibenturan keberapa dagunya berdarah. Kakinya penuh luka. Tidak, aku tidak bisa biarkan ini. Aku harus ke sana.

Tak pikir panjang, aku langsung lompat dari ketinggian 2 meter. Wanita itu melihat ke arah ku, dia mengacungkan jarinya ke arahku. Aku segera berlari menujunya. Dia pun ambil ancang-ancang untuk berlari. Oh tidak, dia berlari bukan ke arahku dia berlari ke arah danau. “Tidakkk!” kini aku yang berteriak. Wanita itu menceburkan diri ke danau, aku tidak bisa berenang. Langkahu terhenti, tak ku lihat ia muncul ke permukaan. Nyaliku tak cukup berani untuk menolongnya. Di temapat ini hanya ada aku dan wanita itu. Tubuhku gemetar, aku takut menjadi tersangka dalam kasus ini. Segera aku ambil ranselku yang berada di bawah pohon angsana  dan aku berlari kencang meninggalkan Danau Ghulun yang sunyi ini.
***
Dua hari kemudian beritanya ramai di televisi. Seorang wanita ditemukan mengapung di Danau Ghulun. Polisi melakukan identifikasi atas kematian wanita itu. Ditemukan tas yang di dalamnya terdapat foto-foto mesra suaminya dengan adik dandung dari wanita berambut pirang itu.

Tak karu-karuan pikiranku mendengar berita ini. Bagaimana tidak, aku yang menyaksikan sendiri kejadiannya. Bukan hanya itu saja, suaminya ternyata ayah kandungku.

  
       
   

    


Read more

TERHARU

12 komentar
(sumber gambar:funnyjunk.com)

Semburat merah terlihat dari ufuk timur. Suasana jalan raya sangat ramai dipadati pengendara bermotor. Tapi tidak di taman kota, agak sepi di hari kerja. Sudah dua menit aku menunggu kedatangan Dimas yang semalam menelponku untuk bertemu kembali di taman kota. Dimas, teman SMA-ku. Hubungan kami sangat dekat sejak kelas 3 SMA dulu. Setelah lulus sekolah pun kami masih berkomunikasi dan sering pula bertemu di tempat-tempat yang nyaman. Seperti taman kota, café, atau kampus sehingga, tumbuh perasaan “lain” di hatiku. Sayangnya aku hanya bisa memendam rasa ini sendiri.
Smartphone baruku berdering.
“Halo Zee, kamu di mana?”
“Aku sudah di taman kota, dekat air mancur, di bawah pohon Tanjung.”
“Tunggu sebantar ya, Zee, aku sedang beli sesuatu. Kira-kira lima menit lagi sampai.”
“Oke. Aku tunggu.”
Sering sekali dia terlambat. Ada saja alasannya. Tempat ini memang menjadi tempat favorit kami untuk melepas lelah. Bahkan datang hanya sekadar makan mie ayam berdua. Dimas, lelaki beralis tebal itu selalu membuatku semangat dalam hidup. Saat ku melamun, tiba-tiba seseorang menutup mataku dari belakang. “Dimas, aku gak bisa lihat.”
“Aku bukan Dimas.”
“Mana mungkin kamu bukan Dimas? ku sangat hafal bau parfummu. Ayo lepaskan tanganmu dari mataku, pemilik alis ulat bulu!” paksaku sambil tertawa.
Akan ku lepas tapi kamu harus janji!”
Tak seperti biasanya Dimas seperti ini. Dia terasa berbeda, sedikit, ah semoga saja ini saatnya. Saatnya Dimas untuk mengungkap rahasia hatinya. Rahasia yang sebenarnya sudah aku tahu.
“Janji apa?”
“Kalau aku lepas tanganku jangan kau buka matamu sampai instruksi yang kuberikan.”
“Baiklah,” aku mengangguk.
“Janji?”
“Janji!” Aku mengacungkan jari kelingking sebagai simbol untuk mengikat janji.
“Apa yang kamu lakukan, Dim?” sudah tak sabar aku menunggu instruksi Dimas.
“Sebentar,” jawabnya singkat.
Dimas, aku tak sabar menunggu kejutan ini.
“Baik, sekarang buka matamu.”
Cincin? Ku melihat sebentuk cincin kecil dalam kotak yang indah. Secepat ini? aku tidak menyangka karena selama ini kita tidak pernah bercerita tentang perasaan. Benarkah selama ini kau menyimpan perasaanmu dalam-dalam sama halnya sepertiku? Oh Dimas, ku memang mencintaimu tapi ini terlalu cepat. Alangkah baiknya kita nikmati dulu kebersamaan ini, jalan, nonton, ke mall, makan bersama, bernyanyi di bawah rembulan.
Aku menatap wajahnya, bola matanya terlihat bersinar, senyumnya menenangkan.
“Sayang, maukah kau menjadi kekasihku?”
Sayang? Sejak kapan dia bilang kata itu padaku. Aku harus jawab  apa? aku belum pernah seperti ini. Terlalu tiba-tiba bagiku menuju ke arah itu.
“Benarkah, Dim?” jawabku gemetar dan penuh tanda tanya.
“Iya. Maukah kau menjadi bidadari hidupku?”
Ini benar-benar gila. Ini seperti bukan dirimu, Dim.
“Kau tahu, aku sangat mencintaimu. Hari-hariku buram tanpamu. Kau wanita berambut panjang, bermata rembulan, berhati permata. Wajah indahmu selalu menari-mari di bola mataku. Maukah kau  menjadi mentariku?”
Apa? Wanita berambut panjang? Rambutku pendek. Hey Dim, apa yang kau ucapkan?
“Reina, tolong jawab?”
Reina, siapa dia? “Dim, aku Zee. Siapa Reina?”
“Zee, aku sedang latihan untuk menyatakan cintaku pada Reina. Ayolah, bantu aku!”
Ya Tuhan. Mataku berkaca-kaca. Mengapa kamu tak pernah bercerita tentangnya kepadaku, Dim? Untung belum aku jawab dengan sungguh-sungguh. Dasar bodoh.
“Zee? Kamu menngis?”
Aku terharu, Dimas. Ku gak menyangka.” Ku terpaksa tersenyum.  



Read more

Bintang di Langit Hatiku

7 komentar


Aku bercerita pada sunyi
Mengajak pekat malamku bertafakur,
Pada keheningan yang tak terukur

Aku berkata dalam diam dan mengurai sejenak tanda tanya
Pada sebuah rasa yang tumbuh di bulan syawal
Memantapkan hati pada seseorang berniat suci  
Di situlah sebuah cerita terjadi

Dari jutaan detik telah mempertemukan
Dan makin mendekatkan kita
Bersapa tuk menyulam impian bersama
Menyatu dalam cinta dan Ridho-Nya

Kita menunggu tempat untuk singgah dan berbagi
Membangun menara cinta yang sempat terdengar rembulan
Bersepakat dengan waktu
Untuk mengukir jejak di sisa-sisa kehidupan

Lirih doa berpanjat ke penduduk langit
Memecah sepinya sepertiga malam
Semilir angin menyampaikan pesan
Bahwa ada namaku bersemayam dihatimu.

Sejenak aku akan pergi
Tuk menambah kualitas diri
Nanti,, ini bukan lagi untukku
Tapi untuk kita

Kita akan memadang rembulan bersama
Dan bintangnya adalah dirimu
Yang telah bersinar dilangit hatiku.  


Penghujung sunyi, 04:45

Ukhty Iza ^-^


Read more

SMK Informatika Utama Meraih Penghargaan dari Menteri

0 komentar



Ujian nasional sudah tidak lagi menjadi penentu kelulusan, kini sistem penyelenggaraan ujian nasional tersebut dilakukan berbasis komputer. Pertama kali sistem tersebut diterapkan pada tahun 2015. Ada 556 jumlah sekolah yang menggunakan ujian berbasis komputer tingkat SMP dan SMA/SMK di seluruh Indonesia. Sistem ujian seperti ini dilakukan untuk menghemat biaya karena tidak menggunakan kertas, pelaksanaan dapat lebih jujur, hasil lebih cepat diperoleh. 



Di kota Depok sendiri dari 112 SMK ada 5 SMK menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Salah satunya adalah SMK Informatika Utama, sekolah berbeasiswa full bagi keluarga tidak mampu yang dikelola oleh Lazis PLN P2B dan TJJB.     

Pada tanggal 15 Juli 2016 SMK Informatika Utama mendapatkan piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Anis Baswedan, sebagai sekolah penyelenggara UNBK berintergritas. Tim SMK Informatika Utama bekerja keras untuk menyukseskan sistem UNBK di sekolah ini. Selama ujian berlangsung Alhamdulillah dapat berjalan lancar, tidak terjadi kecurangan, atau masalah teknis lainnya.


Di tahun pertama SMK Informatika Utama menggunakan sistem UNBK tidak mengurangi prestasi sekolah di tingkat kota. Berdasarkan data secara Nasional SMK Informatika Utama menduduki peringkat tujuh tingkat kota Depok. Sedangkan hasil rata-rata UNBK per mata pelajaran; Bahasa Indonesia menduduki peringkat 3, Matematika peringkat 7, dan Bahasa Inggris peringkat 25. 


Read more

Sebuah Novel Pembangun Jiwa | Ayat-Ayat Cinta 2

0 komentar


Teng tong…
Kalau mendengar kata “Novel Ayat-Ayat Cinta” apa yang ada dalam pikiranmu?
Fahri?  Aisha?  Wanita bercadar? atau poligami?  Novel Ayat-Ayat Cinta (AAC) pertama kali diterbitkan pada tahun 2004 kemudian difilmkan tahun 2008 sambutan yang luar bisa dari masyarakat Indonesia terhadap novel dan film AAC ini. Novelnya masuk kategori best seller dengan penjualan hampir 400 ribu ekslempar, filmnya sekitar 3 juta penonton. Hampir seluruh bioskop-bioskop Indonesia pada saat itu kebanjiran penonton AAC.

Novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy atau yang biasa di panggil Kang Abik ini memberikan dampak positif terhadap keberadaan wanita bercadar, khususnya bagi masyarakat Indonesia. Mereka yang memberikan lebel negatif terhadap wanita bercadar seperti; wanita ninja, pengikut aliran sesat, istri teroris dan lain-lain, kini pemberian label tersebut sudah surut dengan kehadiran novel AAC. Setelah AAC sukses, banyak film-film yang menggarap dengan menampilkan tokoh wanita bercadar. Sejak itu pula film-film religi di Indonesia menjadi laris.

Jujur saja Novel Ayat-Ayat Cinta 1 membuat saya jatuh hati pada sosok Fahri, tingkah lakunya mencontoh Rasulullah, seorang hafidz, cerdas, disiplin, ulet, baik hati, setia, tegas, taat agama, berjiwa sosial, juga pemberani. Sosok Fahri memang terlalu sempurna sebagai ukuran manusia modern.  Predikat luar bisa pada sosok Fahri, membuat wanita yang mengenalnya menaruh harpan. Tak sedikit tokoh perfect Fahri dikritisi penikmat sastra.  

AAC ini memberikan kisah romantisme yang berbeda dari novel/film-film layar lebar pada umumnya. Kisah cinta yang dibalut dalam koridor syariat Islam, cinta kepada manusia, juga cinta kepada Sang Pencipta. Dua belas tahun yang lalu (Novel AAC), delapan tahun yang lalu (film AAC) menyedot perhatian masyarakat Indonesia, kini Novel Ayat-Ayat Cinta Dua telah hadir.         

Novel yang ditunggu-tunggu jutaan orang ini terbit pada bulan Desember 2015. Melihat bentuk fisik wow… tebal sekali, ada 698 halaman. Eemmm harga? Gak sampai seratus ribuan kok.

Berbeda dengan AAC 1 berlatar Kairo, Mesir. Latar tempat AAC 2 di Skotlandia, ia tinggal di kawasan Stoneyhill Grov. Sosok Fahri yang sempurna dihadirkan lagi, bahkan jauh lebih sempurna, karena ia menikah dengan Aisah, wanita kaya. Kini Ia memiliki usaha butik dan minimarket. Ditambah lagi Ia bekerja di University of Edinburgh.

Tempat tinggal Fahri dikelilingi nonmuslim, bahkan sangat membenci muslim. Beberapa kali mobil Fahri di coret dengan tulisan ISLAM=SATANIC! , MUSLIM=MONSTER. Tetangga Fahri, Nenek Catarina beragama Yahudi tinggal sendirian di rumahnya. Fahri sempat beberapa kali mengantar nenek tersebut untuk beribadah. Fahri memberikan contoh yang baik dalam hidup bertetangga, walaupun tetangganya itu nonmuslim.

Awal membaca ayat-ayat cinta dua membuat saya bertanya-tanya di mana Aisah. Fahri tinggal bersama paman Hulusi dan Misbah. Kerinduan Fahri kepada Aisah teramat sangat, ia tak bisa melupakan wanita yang sangat dicintainya. Kerinduan Fahri terhadap Aisah yang tak bertepi, datang sosok Hulya (sepupu Aisyah). Hulya sangat mirip dengan Aisah, ketika mereka bertemu saat acara amal untuk anak-anak Palestina, Hulya memainkan biola Aisah ia kagum kehebatan Hulya hingga mengingatkan dia pada Aisah disitulah tetesan embun jatuh di hati Fahri.

Penuh emosi baca novel ini, apalagi dibagian akhir. Memang sangat layak AAC ini disebut sebagi novel pembangun jiwa. Jiwa umat islam yang terpengaruh arus globalisasi membuat jauh dari nilai-nilai agama dan sosial. Isi novel ini begitu kompleks, unsur agama, budaya, dan sosial sangat kental sekali. Bisa dibilang AAC 1 lebih banyak mengangkat kisah romantisme Fahri dengan Aisah dan Maria. Pada AAC 2 lebih banyak mengangkat tentang bagaimana seharusnya sikap maupun perilaku seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari terlebih khusus bila tinggal di negara-negara dengan mayoritas nonmuslim.        

Aisah, istri yang dirundu-rundukan Fahri ternyata telah hadir dalam kehidupan Fahri di Stoneyhill Grov. Hanya saja Fahri tak tahu kalau itu Aisah. Wajah Aisah yang anggun nan cantik berubah menjadi buruk. Ia menjadi gelandangan, beruntunglah Fahri menolongnya. Ia tinggal di besment rumah Fahri. Sabina, inilah nama samaran Aisah, dia menyembunyikan rapat-rapat identitas dan masa lalunya. Tak disangka, Sabina yang merupakan Aisah memberi saran kepada Hulya untuk menikah dengan Fahri.

Kang Abik menambahkan sosok perfect tokohnya, yakni Aisah. Sabina/Aisah diminta Fahri untuk membantu segala keperluan Nenek Catarina, ia sering dimarahi Paman Hulusi, dia juga merelakan Fahri untuk menikah dengan Hulya. Hatinya terasa sedih tapi hanya Sabina dan Tuhannya saja yang tahu tentang kesedihan itu. Sabina juga begitu tulus memberikan saran kepada Hulya agar rumah tangganya dengan Fahri harmonis.

Antara Novel dengan Film      
Novel Ayat-Ayat Cinta 2 sedang digarap untuk masuk layar lebar. Kalau kalian pernah bca novel AAC 1 dan nonton filmnya, tentu agak sedikit kecewa, karena banyak perbedaanya, dan banyak hal yang tak diangkat pula. Dengan ketebalan buku mencapai 698 halaman kira-kira berapa jam kita menonton filmnya? Saya yakin sekali film AAC 2 ini akan bernasib sama dengan AAC 1 antara novel dan film beda.

Saya sarankan agar kalian membaca novel AAC 2 sebelum nonton filmnya. Apa yang kalian baca jauh lebih dramatis dibandingkan filmnya. Setelah baca, kembalilah ke dunia nyata. Buat kaum Hawa harus sadar bahwa sosok sempurna Fahri hanya ada di Ayat-Ayat Cinta. Teruntuk kaum Adam, sosok ikhlas Aisah hanya ada di Ayat-Ayat Cinta.

Salam sastra,

Ukhty Iza ^-^   


Read more

Karena Hasil Tak Pernah Menghianati Proses

2 komentar

Hari ini saya mengadakan acara SUN 2016 (Sukses Ujian Nasional 2016) di tempat saya bekerja, SMK Informtika Utama. Ini adalah acara motivasi UN yang diadakan setiap tahun dengan motivator luar biasa. Kali ini saya mengundang Arif “Dahsyat”. Sebelum acara motivasi murid-murid saya bertanya “Bu, itu Dahsyat yang di TV?” saya tersenyum mendengar pertanyaan mereka. Nama aslinya Arif, “Dahsyat” di sini bukan nama sebenarnya. Ini adalah julukannya. Sebagai motivator mereka punya julukan terhadap dirinya, sebagai ciri khas dan pembeda bagi yang lainnya. Contoh Mario Teguh dengan julukan “Super”, Archan “Sang Provokator”,  Jamil Azzaini “Suksesmulia”, Andrie Wongso “Luar Biasa”, dan masih banyak lagi.

H-4 menjelang Ujian Nasional. Waah… perasan campur aduk buat siswa yang akan menghadapi UN. Tegang, cemas, takut, khwatir, siap, yakin, belajar, nilai, mental, benar, salah, sehat, tengah bersarang di otak mereka. Walau pun di tahun ini UN tidak menjadi syarat mutlak kelulusan, dalam artian selagi siswa tersebut mengikuti ujian nasional dengan baik maka, sudah dipastikan lulus UN. Dengan catatan sekolah mau meluluskannya, tapi dapatkah mereka memperoleh nilai terbaiknya. Tak bisa dipungkiri, nilai menjadi penentu mereka nantinya, apalagi siswa saya ini adalah siswa SMK, orientasinya lulus sekolah langsung kerja dengan keahlian dan keterampiln yang dimiliki. Sudah pasti melamar pekerjaan dengan ijazah yang dimiliki saat ini. Di Ijazah tersebut terpampang nilai-nilai UN mereka. Akan sangat bangga dan senang bila hasilnya memuaskan, dan sangat sedih bercampur malu bila hasilnya mengecewakan.

Nah, proses pendalaman materi UN sebagai bentuk usaha untuk mendapatkan hasil yang memuaskan terus dilakukan. Namun, dalam memperoleh suatu keberhasilan UN tidak cukup hanya dengan melakukan pendalaman materi atau bimbel saja, perlu adanya usaha-usaha lain.

Mental! Inilah yang sering diabaikan dalam menempuh ujian. Karena siap gak siap, suka tidak suka, senang tidak senang, mau tidak mau, UN sudah di depan mata, harus dihadapi! Dengan diberikan motivasi akan memantapkan mental siswa dalam menghadapi UN.

Yuuup kita intip materi motivasi tadi!
Bayak yang bilang belajar tiga tahun tapi ditentukan hanya empat hari. Nah, jika pernyataannya dibalik, ujiannya tiga tahun belajarnya hanya empat hari, adakah yang sanggup? Heee,,, benar juga. Hidup itu proses, ujian juga bagian dari proses yang panjang, untuk naik kelas yang lebih tinggi lagi. Tidak perlu takut dalam menghadapi ujian. karena ujian adalah peristiwa. Bila gagal, yang gagal peristiwnya bukan orangnya. Contoh sederhana, seorang gadis menggoreng tempe lalu gosong, yang gosong tempenya (peristiwnya) bukan gadisnya. Bila yang gosong gadisnya maka gak akan ada satupun gadis yang mau menggoreng tempe lagi. :D :D

Susun targetmu. Menghadapi ujian nasional diibaratkan perjalanan menuju sukses, maka patutlah untuk membuat target yang jelas dan tumbuhkan keyakinan, karena yakin itu adalah tujuan. Mengapa seorang pemain bola bersemangat untuk lari menggiring bola? Karena dia tahu, targetnya adalah gawang. Target menentukan langkah, jika sudah jelas targetnya maka jelas pula langkahnya. Perlu diingat! Seorang pelari sehebat apapun, tidak akan pernah menang dalam perlombaan jika tidak tahu finisnya.

Usaha dengan optimal. Seindah apapun impianmu, setinggi apapun cita-citamu, jika tak ada usaha yang nyata maka tak akan bisa terwujud. Bila cita-cita setinggi langgit maka usahanya harus melangit. Jika ingin mendapatkan ikan hiu maka dia bisa didapatkan di laut bukan di sungai. Tentunya dibutuhkan usaha yang besar untuk mendapatkan seuatu yang besar. Sebagai seorang pelajar, maksimalkan belajarmu. Belajar bisa dilakukan dengan mandiri ataupun kelompok. Tidak ada yang sulit jika mau belajar dan berlatih. Kerjakan soal-soal UN kemudian bahas, latihan bahas, latihan bahas, begitu seterusnya agar terbiasa mengerjakan soal-soal UN. Usaha yang maksimal maka memperoleh hasil yang maksimal, karena hasil tak pernah menghianati proses.   

Efektifkan waktu. Semua orang mempunyai waktu yang sama yaitu, 24 jam dalam sehari. Siapapun kita, orang sukses, pengangguran, orang kaya, orang miskin, semuanya diberikan jatah waktu yang sama. Buatlah jadwal, susunlah starategi. Satu menit adalah waktu sangat berharga bagi orang sukses. Per detik adalah waktu yang sangat berharga bagi pelari. Jangan sia-siakan waktu yang sudah Allah berikan kepada kita, karena dalam sehari jatah waktu untuk siswa perprestasi dan siswa biasa saja SAMA. Setidaknya luangkan waktu 2 jam dalam sehari untuk mengerjakan soal-soal UN.

Serahkanlah kepada Allah Ta’ala. Selain berusaha dengan sungguh-sungguh lakukan pula doa dengan sungguh-sungguh. Perbanyaklah doa agar diberi kemudahan. Untuk hasil, serahkan pada-Nya. manusia hanya bisa merencanakan, Dialah yang menentukan hasilnya.

Meminta maaf dan memaafkan. Kemudahan dan pertolongan akan datang bila tak ada ranting-ranting yang mengganggu di jalan dengan saling memaafkan. Ranting-ranting di sini dimaksudkan adalah kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan kepada orang lain. Segeralah minta maaf agar tak ada penghalang lagi berjalan menuju kesuksesan. Ketika menghadapi kesulitan, setelah menemui Allah maka temui orangtua, minta maaf, dan senangkan hati mereka. Dengan keridhoan mereka akan terbuka pintu-pintu pertolongan.

Buat para pelajar yang akan menempuh ujian nasional, tak perlu takut dalam menghadapi ujian ini. Ujian nasional adalah pengantar kalian untuk menuju kesuksesan selanjutnya. Di mana cita-cita dan mimpi-mimpi kalian suah menunggu di depan sana. hadapi UN denagan percaya diri, tumbuhkan keyakian dalam diri bahwa jika orang lain bisa suskses, maka saya pun pasti bisa!



Read more

MASJID

0 komentar



Dulu, tempat ini menjadi saksi sejarah kita untuk merangkai impian. Banyak harapan yang dituliskan, banyak doa yang terucap, Kita akan mewujudkannya bersama.

“Kalau usaha ini sukses uangnya kamu mau apakan?”
“Aku ingin memberangkatkan orang tua haji. Membantu orang-orang yang kesusahan.”
“Kok harapan kita sama, kalau saya minimal banget orang tua bisa umroh. Saya gak mau punya hutang lagi. Harusnya saya yang membentu orang lain.”

Impian itu pernah kita ucapkan saat kita telah menyusun target-target usaha. Berjalan diantara pohon-pohon kecil halaman masjid, tawa dan senyum kita saat itu, melebihi indahnya senyuman mentari pagi.

Kita tahu ini tidak mudah. Mengorbankan waktu, tenaga, uang, juga pikiran. Kita nekat,  karena aku dan kamu yakin bila kita bersama semua akan terasa mudah. Cita-cita kita sederhana, berlepas dari bergantung pada orang lain dan memberikan kebahagiaan untuk orang tercinta. Namun, ternyata senja datang begitu cepat. Menggiring kita untuk pulang dan berpisah.

Malam telah menarik perhatianmu. Cahaya rembulan memikat hatimu, kau terus menghitung banyaknya taburan bintang. Kau melangkah, berlari menggapai cahaya malam. Malam yang panjang.

Sekarang senyum mentari tak lagi terlihat. Awan hitam dan hujan menutupi sinarnya. Sesekali kilat datang, membawa rasa takut. Aku berada di sana.

Hidup memang tak selamanya berjalan dengan mulus. Perjalan hidup tak selamnya sesuai dengan rencana kita. Hidup itu dinamis, sangat cepat perubahannya. Secepat pikiran dan keputusan kita saat itu. Hidup itu belajar, ada pula yang namanya ujian. Ujian hidup datangnya tak bisa kita kira-kira, dia datang begitu saja semaunya. Datangnya ujian hidup untuk mengukur kualitas manusia itu sendiri, seberapa kuatkah ia menghadapi ujian hidup. Kalau dipahami secara mendalam, manusia itu sebenarnya memerlukan ujian hidup, karena ia akan belajar bagaimana cara menyalesaikannya, membuat strategi-strategi baru, bereksperimen, membutuhkan orang lain, menjadi lebih dekat dengan Yang Maha Kuasa, dan berusaha memahami keadaan.

Ujian hidup juga menjadikan seseorang lebih dewasa, lebih tegar dan ikhlas. Memahami bahwa kita hanyalah hamba Tuhan yang selalu membutuhkan pertolongan-Nya. Melunturkan kesombongan, karena sejatinya di dunia ini tak ada yang kita miliki. Merasa kehilangan mengajari kita bahwa tak ada kepemilikan sejati, semua yang ada hanyalah milik-Nya. Ujian dan cobaan hidup datang untuk menyucikan diri kita yang alpa dari memuji-Nya. Agak menyakitkan memang namun, Maha Pemurahnya Ia yang memberikan kesabaran pada diri manusia hingga ganjaran yang diperoleh tak terpikirkan sebelumnya.

Masjid, pada malam ini kami kembali lagi. Menyelesaikan masalalu yang belum usai. Mimpi buruk menghantui dan cita-cita yang entah ke mana ia perginya. Kekecewaan dan kemarahan harus segera hialang, demi silaturrahmi yang sempat terputus anatara kau dan aku.

Masjid, di tempat ini kami bersujud. Memohon ampun pada-Nya. Menyelesaikan semua dengan kata maaf. Maaf karena kami saling menyakiti, maaf karena kami egois, maaf karena kami lalai terhadap-Nya. tak ada kata yang lebih indah ketika dianta dua orang yang berselisih kecuali kata maaf dan mau memaafkan.

Masjid, jadilah kau saksi kami di akhirat nanti. Pertemuan kami tak bisa membendung air mata, mengakui semua dosa dan kekhilafan. Kami hanyalah hamba-Nya yang membutuhkan tuntunanNya.

Kami yang dahulu dekat, sekarang kembali mendekat dengan mengharap keridhoan-Nya.


Setalah hujan, hadirlah senyum pelanggi…
Depok, 28 Maret 2016
Pucuk malam 22.21


Read more