• Smile

    Smile

    Berikan aku senyummu, maka bahagiaku melewati tujuh musim.

  • Bookshelf

    Bookshelf

    Bila buku menjadi teman hidupmu, maka kamu akan tahu bahwa ia sangat berarti.

  • Education

    Education

    Belajar itu tak mengenal usia. Karena kampus sesungguhnya adalah kehidupan, sedangkan guru terbaik adalah pengalaman.

  • The Power of Pray

    The Power of Pray

    Doa itu layaknya bibit. Doa yang dipanjatkan mestilah sesuatu yang baik hingga layaklah kita berharap hasil yang baik pula. Sebab, tak akan tumbuh buah manis jika ditanam sembarang bibit.

  • Take and Give

    Take and Give

    Hidup itu bukan hanya sekadar menerima, tapi juga memberi. Karena pada hakikatnya sesuatu yang kita miliki adalah yang telah kita beri.

  • Clean Heart

    Clean Heart

    Terkadang ia tak didengar, namun ia selalu jujur.

Kampungku Bersinar Dengan Buku

0 komentar


Kita tahu bahwa tingkat literasi Negara Indonesia masuk pada peringkat ke-62 dari 72 negara, ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan Progrmme for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2019. Sementara UNESCO di tahun 2015 menyebutkan minat baca orang Indonesia hanya 0,001% artinya 1000 orang Indonesia hanya satu orang yang gemar membaca.

Membaca merupakan media penyerapan ilmu pengetahuan, informasi, dan budaya. Tingginya kemampuan membaca akan mendorong seseorang untuk mengembangkan diri. Masyarakat yang gemar membaca menunjukan masyarakat yang peduli terhadap ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuan merupakan pilar utama dalam kemajuan umat manusia.

Jangan heran jika negara-negara Eropa maju, karena dalam setahun satu orang dapat membaca 25 buku. Negara Jepang dan Singapura warganya memampu membaca buku 15-17 buku pertahun. Sedangkan Indonesia 0 buku. Kata Taufik Ismail dalam sebuah audensi dengan komisi X DPR RI tahun 2010, ini adalah Tragedi. Hal ini menunjukan keprihatinan seorang sastrawan Indonesia melihat budaya baca kita yang kian jauh dari tradisi membaca.

Kalau kata Milan Kundera, jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban hancurkan buku-bukunya, maka pastilah bangsa itu akan musnah. Ini artinya buku memiliki peran yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia.

Kalau kita lihat secara saksama, orang Indonesia belum piawai melahap buku, namun sudah ditambah derasnya arus teknologi. Belum siapnya masyarakat menghadapi teknologi, sehingga gadget hanya sekadar untuk bermedia sosial, mencari provokasi, atau nge-games. Padahal, menghabiskan waktu dengan membaca buku tentu akan lebih bermutu.

Saya khawatir bagaimana nasib anak-anak zaman sekarang yang disebut ssebagai generasi alfa? Mereka lahir langsung bersentuhan dengan gadget. Genarasi alfa tentunya memiliki tantangan yang libih besar. Sebab, semakin canggih suatu teknologi maka semakin memudahkan manusia untuk melakukan segala sesuatunya. Lalu bila semuanya sudah serba mudah apa yang akan terjadi nantinya? Bisa jadi, munculah budaya serba instan, pribadi yang malas, termasuk malas berjuang.


Untuk itulah, saya dan Ibu-ibu Sekar Galan mendirikan Taman Bacaan Masyarakat yang kami namai dengan TBM Kampung Pelita Buku. Saya berharap kampung kelahiran saya ini menjadi terang benerang dengan membaca buku. Kami juga mendorong masyarakat Kp. Pulo, bukan hanya kalangan anak-anak, tapi juga para pemuda, dan orang tua “Ayo Membaca Buku”.



Benarlah ungkapan A book is your best friend, karena buku punya 1001 cara untuk mewujudkan keingian sahabatnya. Dan kalau mau jadi sahabat buku kita harus benar-benar mencintai buku. Kata Najwa Sihab hanya butuh satu buku untuk jatuh cinta pada membaca.

Alhamdulillah upaya untuk mewujudkan kampung literasi dengan mendirikan TBM Kampung Pelita Buku didukung oleh YBM PLN UIP2B JAMALI. Di bulan Februari lalu kami mendapatkan donasi sebesar Rp 12.000.000 untuk membangun sarana dan prasarana TBM Kampung Pelita Buku.



Dan tepatnya pada hari ini, 19 Maret 2022 diadakan peresmian ruang baca TBM. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 dihadiri oleh Beberapa pengurus YBM PLN , ketua RW 09 Bapak Sainan Adul, Ketua RT 03 Bapak Slamet Widodo, dan Ketua Sekar Galan Ibu Hj. Tukiyah.




Acara ini selain meresmikan ruang TBM yang berukuran 4x2 m2, juga tebar 50 paket sembako YBM PLN UIP2B JAMALI bagi keluarga prasejahtera di lingkungan Rt 03/09. Alhamdulillah acara dapat berjalan dengan lancar.

Setelah peremian ruang TBM kami akan berfokus pada program-progam untuk menumbuhkan minat baca warga Kampung Pulo. Agar cita-cita kami mewujudkan waga gemar membaca dapat terwujud. Tentunya dengan izin Allah.

 

#SalamLiterasi

#TBMKampungPelitaBuku

#PeresmianRuangTBM

#cintabuku

#cintabaca


 



Read more
0 komentar

 

Kejujuran yang Menyelamatkan Jiwa



 

Di sebuah desa terpencil di pinggiran kota, tinggallah seorang anak laki-laki bersama enam saudaranya. Kehidupan keluarga ini sangat sederhana. Orang tuanya hanya seorang buruh tani, tujuh bersaudara itu masih bersekolah, sementara ibunya hanya ibu rumah tangga. Setiap hari anak laki-laki tersebut pergi ke pasar berjualan asongan selepas pulang sekolah guna membantu keuangan keluarganya.

Suatu hari saat menjajakan dagangannya, ia melihat sebuah bungkusan kertas Koran yang cukup besar terjatuh di pinggir jalan. Ia mengambil bungkusan itu, kemudian membukanya. Alangkah kagetnya ia, karena bungkusan tersebut berisi uang dengan jumlah nominal yang sangat besar.

Namun, ia tak gembira sama sekali, justru rasa iba yang tergambar dari raut wajahnya. Ia kebingungan karena ia yakin karena uang tersebut pasti ada pemiliknya. Saat itu juga, ia berinisiatif mencari pemilik uang tersebut. Tiba-tiba seoarang ibu datang dengan berlinang air mata dan berkata, “Dik, bungkusan itu milik Ibu. Uang yang di dalamnya untuk biaya rumah sakit, karena anak ibu baru saja mengalami kecelakaan korban tabrak lari. Saat ini, anak ibu dalam keadaan kritis dan harus segera dioperasi, karena terjadi pendarahan otak. Kalau tidak cepat ditangani, ibu khawatir jiwanya tidak tertolong. Pagi ini ibu baru saja menjual semua harta yang ibu miliki untuk biaya rumah sakit.”

Kemudian anak kecil tersebut berkata, “Benar Bu, aku sedang mencari pemilik bungkusan ini, karena aku yankin pemilik bungkusan ini pasti sangat membutuhkannya.”

Kemudian, ia menyerahkan uang itu kepada ibu tersebut. Sesampainya di rumah, ia menceritakan semua kejadian yang baru saja ia alami kepada ibunya. Lantas ibunya berkata, “benar kamu tidak boleh mengambil barang milik orang lain, walaupun itu di jalanan, karena barang itu bukan milik kita. Ibu sangat bangga kepadamu, nak. Walaupun kita miskin, tetapi kamu kaya dengan kebaikan dan kejujuran. Buat apa kita memiliki kekayaan yang begitu melimpah, sementara kita harus mengorbankan nyawa orang lain? Kamu sungguh anak yang baik. Ibu sangat bersyukur mempunyai anak sepertimu. Hari ini ibu percaya, kamu sudah menyelamatkan satu jiwa dengan kejujuranmu, kamu harus menjaganya, karena kejujuran dapat menyelamatkan orang lain, karena kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana-mana.”

 

(Diambil dari buku “Rumah Seribu Cermin” karya John Rinaldi)

***

Kejujuran adalah harga yang sangat mahal, karena kesengsaraan berawal dari ketidakjujuran. Korban dari ketidakjujuran ia akan merasa teraniaya, karena sesuatu yang menjadi haknya tidak ia dapatkan. Sementara si pelaku juga akan tersiksa oleh perasaan bersalah yang selalu menghantui hidupnya. Kejujuran itu melibatkan Allah Ta’ala dalam diri manusia. Namun, dorongan nafsu membuat seseorang berani berbuat tidak jujur. Akibatnya, banyak manusia tega merampas hak-hak orang lain demi memenuhi keinginannya dengan menghalalkan segala cara. Sekalipun begitu kejujuran akan selalu membawa keselamatan dan ketenangan jiwa.

 

 



Read more
0 komentar

 

Bunga Mawar dan Pohon Cemara




Konon disebuah hutan, bunga mawar mentertawakan pohon cemara seraya berkata, “Meskipun kamu tumbuh begitu tegap, tetapi kamu tidak memiliki keharuman, sehingga tidak bisa menarik kumbang dan lebah.”

Pohon cemara diam saja. Demikianlah bunga mawar itu menceritakan tampang buruk pohon cemara kepada semua penghuni, sehingga membuat pohon cemara tersingkir dan menyendiri di tengah hutan.

Saat musim dingin dating salju turun dengan lebat, si bunga mawar yang sombong sulit mempertahankan hidupnya. Demikian juga dengan tumbuhan lainnya. Hanya pohon cemara yang masih tegak berdiri di tengah badai dingin yang menerpa.

Di tengah malam yang sunyi, salju berbincang-bincang dengan pohon cemara. Salju berkata, “Setiap tahun, aku dating ke bumi ini, dan selalu melihat kemakmuran dan keramaian berbuah menjadi gersang dan sunyi. Namun, kamulah satu-satunya yang dapat melewati ujian dariku, sehingga dapat menahan segala tekanan alam. Padahal alam dan manusia selalu mengalami perubahan.”

Kisah inspiratif ini saya ambil dari buku karangan John Rinaldi “Rumah Seribu Cermin”.

Hallo sahabat ukhty, ya ampunnn sudah lama sekali yaaa blog ukhtyiza sepi dari tulisan-tulisan cerpen, motivasi, puisi, dan lain-lainnya. Waduh sibuk apa si ukhtyIza? Haaaaa sibuk si enggak. Maklum kemarin lagi masa transisi dari gadis ke emak-emak, heee.

Sebenarnya udah banyak banget ni ide-ide di kepala. Apalagi mau ngelanjutin cerpen “Pemilik Senyum Cappuccino”. Tapi yaaa banyak ide aja gak di tulis-tulis gak bakal jadi. Nulis itu butuh kekonsistenan biar terasah dan terbiasa. Semenjak jadi emak-emak susah banget dapetin waktu luang yang panjang buat nulis. Sekalinya ada buat tidur karena udah capek dengan pekerjaan yang gak ada selesainya.

Berhubung si Kembar sudah mulai asyik bermain, tidurnya juga sudah mulai teratur insya Allah blog ukhtyiza mau diramaikan lagi. Mohon doanya ya sahabat ukhty!

E..e..ehh… kok jadi kesana kemari yaa?! Bagaimana dengan kisah bunga mawar dan pohin cemara? Jadi, untuk memacu menulis kembali saya akan sajikan kisah inspiratif penuh makna. Yang nantinya dari kisah inspiratif dibahas pula pesan dari kisah tersebut.

Pada kisah kali ini tentang “Bunga Mawar dan Pohon Cemara” di mana pohon cemara mengajarkan kita tentang keteguhan jiwa dan pikiran walaupun caci maki dan fitnah datang untuk menjatuhkan dia tetap berlapang dada. Cuaca terang dan berawan datang silih berganti. Belajar pada cermin yang jernih, sehingga dapat melihat keadaan yang sebenarnya. Bunga mawar hanya merasakan kepuasan dan kecongkakkan sejenak, tetapi pohon cemara dapat menghadapi, memerima, dan menahan diri dengan tenang dan sabar. Kita harus sabar dengan sifat pohon cemara yang tegar menahan serangan, baik serangan yang bersifat tindakan, ucapan, maupun pikiran, dan menjadikannya sesuatu yang sejuk, hangat, serta damai.



Read more

Hidup Berkualitas dengan Baca Buku

0 komentar


“Baca buku memberi nafas untuk hidup” inilah taglineku tentang baca buku. Bila tidak baca buku, hidup terasa kurang motivasi dan akan timbul rasa malas untuk berktivitas. Kalau sudah malas dalam beraktivitas, hidup pun kurang berkualitas. Nah, karena hidup hanya sekali apa mau hidupnya tak berkualitas?

Saat saya mengikuti pelatihan seven habits yang diselenggarakan oleh Dunamis Poundation, seorang trainer mengatakan bahwa, kualitas diri seseorang ditentukan dari apa yang telah dibacanya. Bagiku modal dasar untuk menentukan berkulitas hidup seseorang dengan baca buku. Membaca buku membuatmu banyak pengetahuan, wawasan, motivasi hidup, kesenangan, dan sebaginya. Membaca buku juga membuat otakmu berfungsi dengan baik. Seperti, berlatih konsentrasi, memahami makna tulisan, mampu membaca susana, selalu menggali informasi, dan masih banyak lagi.

Awal Suka Buku
Hobi baca buku awalnya saya raskan ketika kelas 2 SMP. Saat itu saya mengikuti organisaasi di sekolah. Saat berkumpul dengan teman-teman satu organisasi, mereka selalu membahas isi buku yang telah dibaca. Saya yang tidak baca buku hanya menjadi pendengar yang baik untuk menutupi ketidaktahuan saya tentang buku. Terus-menerus hanya jadi pendengar sungguh tidak menyenangkan, seolah-olah keberadaan saya tak dianggap. Kemudian, saya mengumpulkan uang jajan selama kurang lebih dua minggu hanya untuk membeli satu buku. Dapatlah buku yang jumlah halamannya tidak lebih dari 80 halaman.  Setelah selesai di baca saya bawa ke teman-teman organisasi. Saya ceritakan isi buku itu ke mereka, dan keberadaan saya mulai diakui. Senang rasanya, perasaan saya saat itu. Saya pun berusaha di pertemuan-pertemuan selanjutnya harus bawa buku. Perpustakaan, menjadi penyelamat uang jajan saya.    

Sejak saat itu saya jadi senang baca buku. Walau awalnya hanya ingin diakui oleh orang lain, namun buku tertnyata punya magnet tersendiri agar kita bisa terus membacanya. Dulu, saya senang baca buku tentang remaja, baik fiksi maupun nonfiksi. Seiring berjalannya waktu, saya bukan berda pada posisi remaja lagi, buku yang saya suka sejak kuliah sampai saat ini adalah tentang motivasi pengembangan diri dan agama.

Buku motivasi pengembangan diri membuat saya untuk terus mengaktualisasi diri, penyemangat untuk berkembang, menggali potensi, mamaknai hidup, dan menjadikan hidup berkualitas. Sedangkan buku-buku agama saya pilih karena, sebagai makhluk Tuhan hendaknya perlu mengetahui dan mempelajari aturan-aturan dan norma-norma yang diberikan oleh-Nya.  

100.000 per bulan saya alokasikan untuk membeli buku setiap bulannya. Walau sebenarnya kadang suka lebih dari bujet. Tapi gak mengapa, tidak rugi menghabiskan uang untuk beli buku. Jujur saja, di mana pun ilmu mahal harganya. 

Jadikan buku itu sahabat
Bagaimana perasaanmu bila punya sahabat? Sangat senang bukan? Adanya sahabat dapat memberikan kita dukungan untuk lebih maju dan memberi nasihat bila kita salah. Buku bisa dijadikan sahabat. Karena, bisanya apa yang ingin dibaca itulah sebenarnya apa yang sedang kita dibutuhkan. Buku itu sahabat, suka menghibur dikala sedih. Buku itu sahabat, dapat menjadi petunjuk sebelum tersesat. Buku itu sahabat, mengajak kita untuk masuk ke gerbang kesuksesan.




Penyebar Virus
Kebiasaan baik wajib ditularkan agar tidak kalah dengan kebisaan jahat. Membaca adalah sebuah kebiasaan baik, virus baik, maka wajib ditularkan kebiasaan ini. Sebagai guru dan mengelola juga perpustakaan sekolah, saya menyebarkan virus ini ke murid-murid dengan program one month three book bila ada yang mencapai target akan saya berikan satu buku gratis. Asyik kan!! Saya akan memberikan penghargaan buat orang (siswa) yang menghargai hidupnya dengan menambah kulitas hidup melalui baca buku.

Yuup, yang belum punya hobi baca buku, ayo dari sekarang sempatkan waktu untuk baca buku. Keuntungan baca buku lebih bnyak dari pada membuang waktu hanya sekadar baca status FB atau BBM teman. Yuk tingkatkan kulitas hidup dengan baca buku.           



Read more

Sekolah Gratis dengan Fasilitas Lengkap. Apa Mungkin?

0 komentar

Ada harga, ada kualitas. Eemmm… ini menjadi slogan produk. Kalau mau mendapatkan kualitas yang bagus ya tentunya ada harga yang bagus pula. Lalu bagaimana dengan judul di atas? Sekolah gratis tapi fasilitas lengkap? Mungkin tidak sih?

Yaa bisa saja. Gratis di sini untuk pendidikan siswanya, orang tua siswa yang biasa mengeluarkan juataan rupiah untuk dana pendidikan, tidak berlaku di sekolah gratis ini. Lalu bagimana dengan oprasional sekolah, gaji guru, sarana dan pra sarana, dan lain-lainnya?

Dok. Pribadi (Gedung SMK Informatika Utama)

Baik, di sini saya akan perkenalkan kalian tentang sekolah gratis berfasilitas lengkap juga memiliki kualitas yang bagus. SMK Informatika Utama namanya. Sekolah gratis yang dibiayai oleh YBM PLN ini beralamat di jalan JCC Kompleks PLN P2B TJBB Krukut Limo, Depok. Sekolah berbasis IT ini sudah 13 tahun berdiri. Sudah meluluskan 11 angkatan dengan jumlah siswa lebih dari 300.

Bukti fasilitas lengkapnya apa sih?
Disini ada 3 lab komputer dengan masing-masing ruangan terdapat 30 unit komputer, bahkan rencananya dipertengahan tahun 2019 ini akan tambah satu lab komputer lagi. wowww… jadi kalau satu lab terdapat 30 komputer berati SMK Informatika Utama punya 120 unit komputer. Woowwww baget gak sih…

Bukan hanya itu aja loh,,, biasanya ni, disekolah lain kalau guru membutuhkan proyektor sebagai media pembelajaran, sang guru harus membawa proyektor dari ruang guru ke ruang kelas, itu pun kalau proyektornya tidak di pakai guru lain. Kalau di pakai guru lain? Yaaaa jadinya sang guru tersebut tidak bisa menggunakan proyektor untuk mengajar. Naahhh di SMK Informatika Utama, sekolah binaan YBM PLN ini setiap kelas dilengkapi proyektor, jadi gak ada drama guru rebutan proyektor ketika mau mengajar. Heeee…

Ruang kelas yang luas dilengkapi dengan dua AC pada setiap kelasnya membuat siswa dan guru nyaman melaksanaan kegiatan belajar mengajar. Enak banget yaa siswa yang sekolah di sini!! Sudah gratis fasilitas lengkap lengkap pula. 

Lalu bagaimana dengan mutunya?
Guru menjadi motor penggerak pendidikan. Guru di sekolah binaan YBM PLN ini, bukan guru jam terbang. Artinya apa? Guru yang mengajar di sekolah ini full berada di sekolah dari jam masuk sampai jam pulang (pukul 07.00 s.d. 15.00). Dengan begitu, guru bisa mempersiapkan perangkat pelajaran dan juga bisa fokus untuk pendampingan siswa.

Dok. Pribadi (Piangam Penghargaan dari Menteri Pendidikan Anis Baswedan)

Prestasi yang diraih oleh sekolah ini pun jangan diragukan. Tahun 2015 memperoleh piagam penghargaan dari menteri pendidikan dan kebudayaan, Anis Baswedan, sebagai sekolah penyelengaara UNBK berintegritas. Tahun 2016 mendapatkan penghargaan kepala sekolah berprestasi.  Pernah meraih nilai UN Bahasa Indonesia dan Matimatika tertinggi sekota Depok, dan banyak lagi prestasi lainnya yang didapat.

Alhamdulillah sekolah ini berdiri tegak atas dana zakat karyawan PLN yang dikelola oleh YBM PLN. Berbagai manfaat dapat langsung dirasakan oleh siswa, guru, dan penggerak pendidikan sekolah gratis bagi kaum dhuafa ini.

Lulusan SMK Informatika Utama juga sudah bekerja, bahkan sebelum mereka menerima ijazah SMK sudah diterima di perusahaan. Setelah lulus dari sekolah ini banyak diantara mereka yang melanjutkan ke perguruan tinggi dengan biaya sendiri, selain itu mereka juga bisa membantu meringankan beban orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan hidup, bahkan tak sedikit dari alumni sekolah ini mampu membiayai adiknya sekolah.
Wooww… berkah sekali yaaa….


Para alumni ini pun sekarang tergabung dalam komunitas FOKAL (Forum Komunitas Alumni) SMK Informatika Utama. Setiap bulan mereka menyisihkan gajinya ke KOMZIS SMK Informatika Utama, yang nantinya dana tersebut digunakan untuk kegiatan bakti sosial, salah satu contohnya pembagian sembako untuk dhuafa yang diselenggarakan setahun dua kali. Hal ini sejalan dengan visi-misi YBM PLN, menjadikan Mustahik menjadi Muzakki. Keren baget yaa…

Sumber: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dompetsampah&hl=en_US
                                                        

Satu lagi ni, sekolah ini juga sedang mengembangkan program inovasinya. Apa itu? APLIKASI DOMPET SAMPAH. Aplikasi yang dibuat oleh siswa SMK ini mendapat sambutan yang baik oleh YBM PLN, program ini hadir untuk mengedukasi masyarakat dalam memilah milih sampah dan juga membiasakan masyarakat untuk menabung. Silahkan download aja aplikasinya di play store. Sekarang memang zamannya serba online, sampah daur ulang dijual di sini. Nanti akan ada armada Dompet Sampah yang akan menjemputnya.

Bagaimana dengan sekolah gratis dengan fasilitas lengkap? Benar-benar ada, yaa!!

Terima kasih telah mampir.
Jangan lupa buanglah sampah pada tepatnya
Menjejak manfaat ramadhan
Jangan lupa zakatnya

Salam Ukhty Iza ^_^



Read more

Danau Ghulun

3 komentar



Beberapa bulan lagi tahun 2016 akan segera berakhir. Aku memutuskan untuk mengambil cuti di minggu ini. Penatnya urusan kantor membuatku harus refresing. Segala pikiran dan tenaga aku berikan untuk perusahaan tempatku bekerja, tiga tahun terakhir adalah masa emasku dalam bekerja. Aku menjadapat prestasi menjadi karyawan terbaik, sebagai balasannya aku dapat tiket liburan ke Raja Ampat, Jepang, dan Inggris. Tapi, aku merasa belum puas jika aku hanya sebagai karyawan. Tahun depan aku memutuskan untuk berhenti kerja dan membuat perusahaan sendiri.
Aku ingin menikmati liburanku kali ini ke tempat yang sejuk sambil menyusun draf membangun perusahaan. Danau Ghulun menjadi pilihan utama untuk menghabiskan waktu hari ini. Di sini terdapat taman yang cukup besar, tanaman bugenvil tumbuh subur dengan bunga-bunga yang sedang bermekaran. Pohon-pohon besar berdiri kokoh menambah keteduhan di danau ini.

Angin berembus kencang, mengibaskan dedaunan di pinggir danau. Burung-burung gereja berterbangan dengan lihai dari satu pohon ke pohon yang lain, sekawanan capung menari-nari di tengah danau. Tampak indah di sini, sayangnya keindahan ini tak bisa dinikmati oleh anak-anak, bahkan para orangtua pun tidak berani ketempat ini. Sebab, sejak kematian beberapa orang mahasiswa dua tahun lalu akibat tembakan dari orang yang tak dikenal membuat danau ini begitu hening. Belum lagi beberapa bulan lalu ada seorang kakek-kakek tersambar petir saat mancing di Danau Ghulun. Mungkin orang-orang beranggapan danau ini sebagai tempat mistis. Aku sendiri tidak percaya hal itu.

Danau Ghulun yang hening menjadi daya tarik tersendiri bagiku. Aku menyukai tempat ini karena diantara yang lain Ghulun menyimpan banyak kenangan. Dulu setiap weekend orangtuaku mengajaku ke tempat ini. Kami sekeluarga tak pernah absen mengunjungi Danau Ghulun, aku dan adikku paling suka naik perahu naga di danau. Ayah dan Ibu megawasi kami dari kejauhan di bawah pohon damar sambil menikmati macaroni schotel. Danau ini begitu ramai apabila ada pertunjukan barongsai, dongeng dari komunitas pencinta anak, 17-an, lomba dayung, ah begitu indah kenangan di sini. Tapi ditempat ini pula, kenangan buruk terjadi. Ayah dan Ibu bertengkar hebat. Aku yang berusia 10 tahun tak tahu harus berbuat apa, yang pasti aku dan adikku merasa malu saat itu, menyaksikan mereka bertengkar di tempat umum. Permasalahannya apa? Entahlah, katanya saat mereka sedang santai di bawah pohon seorang wanita teman kerja Ayah menghampiri, wanita itu menangis-nangis minta Ayah untuk bertanggung jawab atas perbutannya. Satu bulan kemudian Ayah dan Ibu bercerai. Sebagai anak hatiku hancur. Tak penah terpikrkan bagiku Ayah dan Ibu berpisah. Aku kabur dari rumah, selama satu tahun aku menjadi gelandangan. Aku pulang ke rumah saat mengetahui bahwa Ibu sedang koma.

Setiap kali mengingat kenangan pahit di Ghulun, aku berharap segera hujan. Biar kenangan pahit itu dapat tersapu oleh hujan.

Aku paling suka naik ke ranting pohon Angsana. Di tempat ini aku bisa melihat sekitar tanpa harus bersusah payah mengangkat kepala ke depan. Pohon ini sangat nyaman. Aku bisa memulai buat draf perusahaan yang akan aku bangun.       
“Kenapa aku harus hidup?”
Tiba-tiba saja seorang wanita di sebrang danau berteriak. Dia meletakkan lututnya di tanah, dan menghadapkan mukanya ke air danau. Wanita itu cukup berani juga datang ke danau ini. Mungkin dia sama sepetiku yang tak percaya bahwa danau mistis. Baguslah, aku tak sendiri kali ini.
“Kenapa aku harus hidup?”    
Ia mengulangi kalimat itu, kini tangannya memukul-mukul air danau. Mukanya tak terlihat jelas, sebab rambut pirangnya telah menutupinya. Aku tak peduli dengan apa yang ia dilakukan. Manusia memang seperti itu, perlu mengekspresikan kekesalannya. Yaa walau dengan cara yang berbeda-beda. Aku juga pernah seperti wanita itu, mengekspresikan kekesalanku dengan cara berteriak sekencang-kencangnya di atas ranting pohon ini. Jadi, hal yang seperti ini sudah biasa.
“Aku muak dengan kehidupan ini!!”
Ia berteriak lagi, kali ini teriakannya sangat keras. Tas yang ada di sampingnya ia lempar ke danau. Tangannya mengepal, tampak kesal. Aku berusaha untuk tidak memedulikannya. Aku berusaha konsen dengan draf pendirian perusahaanku. Tapi, tetap saja rasa penasaran selalu mendorongku untuk melirik ke arahnya. “Dasar pengganggu” kataku dalam hati.
Aku terganggu dengan tingkahnya yang mulai aneh. Kali ini pohon kenari dipukul-pukul menggunakan tangan kanannya, ia terlihat tidak merasakan sakit, meskipun tangannya mulai berdarah.

Angin berembus kencang menerpaku. Daun-daun dari pohon angsana berjatuhan. Burung-burung gereja tampak tenag di atas pohon, sekawanan capung juga tak tampak kelihatan lagi saat ini.

“Dasar keparat!”
Berkali-kali ia berteriak kalimat itu. Aku merasa sudah tidak nyaman di sini, jujur saja aku merasa terganggu dengan wanita itu. tidak mungkin aku merancang perusahaanku dalam kondisi seperti ini. Aku buka bekal yang ku beli di dekat pertigaan menuju danau. Spageti jombo, sengaja aku beli dalam porsi bersar agar aku tak bolak balik beli makanan.
Sementara orang itu, “Tidak!!” terikanku dalam hati. Wanita itu memukul-mukulkan kepalanya di pohon Kenari, darah keluar dari dahinya. Tak sampai di situ, ia menabrakan tubuhnya ke pohon besar itu. Aku tak mengerti mengapa ia melakukan hal itu. “Dasar keparat!!” ia berteriak lagi. Rasanya aku ingin mendekatinya, dan menanyakan banyak hal tentang apa yang terjadi padanya. Tapi, apakah aku akan dibilang mencampuri urusan orang lain kalau seperti itu. Ah, rasanya kakiku berat untuk melangkah. Danau ini cukup besar, butuh waktu tak sedikit untuk sampai di sebrang sana.  

“Dasar keparat!”
“Bedebah”
“Ini keterlaluan”
“Biadab”
Aku tak mengetri apa maksud perkataannya. Berkali-kali ia benturkan kepalanya. Terkadang ia tendangi pohon besar itu. Rambutnya tampak berantakan, entah dibenturan keberapa dagunya berdarah. Kakinya penuh luka. Tidak, aku tidak bisa biarkan ini. Aku harus ke sana.

Tak pikir panjang, aku langsung lompat dari ketinggian 2 meter. Wanita itu melihat ke arah ku, dia mengacungkan jarinya ke arahku. Aku segera berlari menujunya. Dia pun ambil ancang-ancang untuk berlari. Oh tidak, dia berlari bukan ke arahku dia berlari ke arah danau. “Tidakkk!” kini aku yang berteriak. Wanita itu menceburkan diri ke danau, aku tidak bisa berenang. Langkahu terhenti, tak ku lihat ia muncul ke permukaan. Nyaliku tak cukup berani untuk menolongnya. Di temapat ini hanya ada aku dan wanita itu. Tubuhku gemetar, aku takut menjadi tersangka dalam kasus ini. Segera aku ambil ranselku yang berada di bawah pohon angsana  dan aku berlari kencang meninggalkan Danau Ghulun yang sunyi ini.
***
Dua hari kemudian beritanya ramai di televisi. Seorang wanita ditemukan mengapung di Danau Ghulun. Polisi melakukan identifikasi atas kematian wanita itu. Ditemukan tas yang di dalamnya terdapat foto-foto mesra suaminya dengan adik dandung dari wanita berambut pirang itu.

Tak karu-karuan pikiranku mendengar berita ini. Bagaimana tidak, aku yang menyaksikan sendiri kejadiannya. Bukan hanya itu saja, suaminya ternyata ayah kandungku.

  
       
   

    


Read more

TERHARU

12 komentar
(sumber gambar:funnyjunk.com)

Semburat merah terlihat dari ufuk timur. Suasana jalan raya sangat ramai dipadati pengendara bermotor. Tapi tidak di taman kota, agak sepi di hari kerja. Sudah dua menit aku menunggu kedatangan Dimas yang semalam menelponku untuk bertemu kembali di taman kota. Dimas, teman SMA-ku. Hubungan kami sangat dekat sejak kelas 3 SMA dulu. Setelah lulus sekolah pun kami masih berkomunikasi dan sering pula bertemu di tempat-tempat yang nyaman. Seperti taman kota, café, atau kampus sehingga, tumbuh perasaan “lain” di hatiku. Sayangnya aku hanya bisa memendam rasa ini sendiri.
Smartphone baruku berdering.
“Halo Zee, kamu di mana?”
“Aku sudah di taman kota, dekat air mancur, di bawah pohon Tanjung.”
“Tunggu sebantar ya, Zee, aku sedang beli sesuatu. Kira-kira lima menit lagi sampai.”
“Oke. Aku tunggu.”
Sering sekali dia terlambat. Ada saja alasannya. Tempat ini memang menjadi tempat favorit kami untuk melepas lelah. Bahkan datang hanya sekadar makan mie ayam berdua. Dimas, lelaki beralis tebal itu selalu membuatku semangat dalam hidup. Saat ku melamun, tiba-tiba seseorang menutup mataku dari belakang. “Dimas, aku gak bisa lihat.”
“Aku bukan Dimas.”
“Mana mungkin kamu bukan Dimas? ku sangat hafal bau parfummu. Ayo lepaskan tanganmu dari mataku, pemilik alis ulat bulu!” paksaku sambil tertawa.
Akan ku lepas tapi kamu harus janji!”
Tak seperti biasanya Dimas seperti ini. Dia terasa berbeda, sedikit, ah semoga saja ini saatnya. Saatnya Dimas untuk mengungkap rahasia hatinya. Rahasia yang sebenarnya sudah aku tahu.
“Janji apa?”
“Kalau aku lepas tanganku jangan kau buka matamu sampai instruksi yang kuberikan.”
“Baiklah,” aku mengangguk.
“Janji?”
“Janji!” Aku mengacungkan jari kelingking sebagai simbol untuk mengikat janji.
“Apa yang kamu lakukan, Dim?” sudah tak sabar aku menunggu instruksi Dimas.
“Sebentar,” jawabnya singkat.
Dimas, aku tak sabar menunggu kejutan ini.
“Baik, sekarang buka matamu.”
Cincin? Ku melihat sebentuk cincin kecil dalam kotak yang indah. Secepat ini? aku tidak menyangka karena selama ini kita tidak pernah bercerita tentang perasaan. Benarkah selama ini kau menyimpan perasaanmu dalam-dalam sama halnya sepertiku? Oh Dimas, ku memang mencintaimu tapi ini terlalu cepat. Alangkah baiknya kita nikmati dulu kebersamaan ini, jalan, nonton, ke mall, makan bersama, bernyanyi di bawah rembulan.
Aku menatap wajahnya, bola matanya terlihat bersinar, senyumnya menenangkan.
“Sayang, maukah kau menjadi kekasihku?”
Sayang? Sejak kapan dia bilang kata itu padaku. Aku harus jawab  apa? aku belum pernah seperti ini. Terlalu tiba-tiba bagiku menuju ke arah itu.
“Benarkah, Dim?” jawabku gemetar dan penuh tanda tanya.
“Iya. Maukah kau menjadi bidadari hidupku?”
Ini benar-benar gila. Ini seperti bukan dirimu, Dim.
“Kau tahu, aku sangat mencintaimu. Hari-hariku buram tanpamu. Kau wanita berambut panjang, bermata rembulan, berhati permata. Wajah indahmu selalu menari-mari di bola mataku. Maukah kau  menjadi mentariku?”
Apa? Wanita berambut panjang? Rambutku pendek. Hey Dim, apa yang kau ucapkan?
“Reina, tolong jawab?”
Reina, siapa dia? “Dim, aku Zee. Siapa Reina?”
“Zee, aku sedang latihan untuk menyatakan cintaku pada Reina. Ayolah, bantu aku!”
Ya Tuhan. Mataku berkaca-kaca. Mengapa kamu tak pernah bercerita tentangnya kepadaku, Dim? Untung belum aku jawab dengan sungguh-sungguh. Dasar bodoh.
“Zee? Kamu menngis?”
Aku terharu, Dimas. Ku gak menyangka.” Ku terpaksa tersenyum.  



Read more